Dituduh memanen TBS milik PT ASL, Saleh ditahan Polres Ketapang untuk kedua kalinya

  • Whatsapp
Tengku Amirul Mukminin, SH, Kuasa Hukum Saleh.

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Saleh (42) warga Desa Pantai Ketikal kecamatan Singkup Kabupaten Ketapang Kalbar belum lama ini untuk kedua kalinya diamankan oleh pihak Kepolisian Polres Ketapang Kalbar.

Saleh ditangkap Kepolisian Polres Ketapang dengan dasar surat Penangkapan dan Penahanan atas dugaan melakukan tindak pidana menyuruh memanen dan atau memungut hasil perkebunan sebagaimana dimaksud rumusan pasal 107 huruf d Undang –Undang No.39 tahun 2014 tentang perkebunan Jo pasal 56 ayat (1) KUH Pidana atau menyuruh mengambil barang sesuatu, yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama sama sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 363 ayat (1) angka 4 KUHPidana jo pasal 56 ayat (1) KUHPidana di Blok i-2 PT. Ayu Sawit Lestari (ASL) Desa Pantai Ketikal Kecamatan Singkup Kabupaten Ketapang Kalbar.

Dengan dasar dugaan itu menetapkan Saleh harus di tahan di rumah Tahanan Polres Ketapang, hal ini dijelaskan oleh Tengku Amirul Mukminin, SH, yang dipercaya menjadi Kuasa Hukum Saleh.

Tengku Amirul Mukminin, SH, menerangkan, bahwa kliennya kembali dituduh melakukan pemananen buah kelapa sawit di lahan perkebunan milik perusahaan PT. ASL.

Dijelaska Tengku, sebelumnya Pengadilan telah memutuskan, untuk lokasi 144 Ha, Saleh dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah, dan ini dilokasi yang sama juga, tetapi kenapa klien saya di tahan kembali dengan cerita yang sama dengan lokasi yang sama juga yaitu di lokasi i-2, ungkapnya

Selain putusan pengadilan Negeri Ketapang dan putusan PJ Bupati Ketapang Kartius pada tanggal 30 November 2015 menyatakan bahwa status lahan diluar izin seluah 144,28 Ha yang berada di Desa Pantai Ketikal dijadikan kebun plasma mandiri, namun pihak perusahaan kembali melaporkan di lahan yang sama, padahal pengadilan juga memutuskan, di lokasi 144 Ha, saudara Saleh dibebaskan tidak bersalah, dan ini dilokasi yang sama juga, terangnya saat dikomfirmasi tim wartawan mitrapol.

Diakui oleh Tengku, kliennya sudah melaporkan pihak perusahaan kepada pihak berwajib terkait aktivitas perkebunan diluar izin, namun hingga saat ini belum ada kejelasan proses hukum kepada pihak Perusahaan, bahkan kliennya kembali dilaporkan lagi oleh perusahaan, dan dengan waktu yang singkat langsung di tahan.

Masalah ini kita juga ada bikin laporan, lahan diluar ijin, kita ada 2 laporan yang disampaikan pak Saleh, kita mau minta laporan ini juga ditindaklanjuti, jangan hanya sepihak saja, tegasnya.

Tengku juga menambahkan, Kita ikuti sesuai prosedur saja, sesuai tuduhan mereka, kita lihat saja nanti Pengadilan yang memutuskan. Setelahnya ada penahanan ini dalam waktu dekat kita ada upaya permohonan pengalihan penahanan, tutupnya.

Ditempat terpisah saat dikomfirmasi, Saleh mengatakan, saya sangat berharap dan meminta keadilan hukum, meminta agar pihak perusahaan juga dilakukan penegakkan hukum, pasalnya saya lebih dulu melaporkan kepada kepolisian Polres Ketapang atas dasar temuan saya dugaan diluar izin seluas 360 Ha, yang telah di kelolah kebun Kelapa Sawit oleh pihak PT. ASL Cargill group, sebagai perwakilan dari masyarakat saya minta hukum ini ditegakkan Adil seadil adilnya, dan jangan sepihak, saya tetap taat hukum dan menjalani sesuai dengan hukum dan aturan ,maka semua ini saya serahkan kepada kuasa hukum saya, tegasnya.

Keterkaitan adanya peristiwa yang menyebabkan Polemik antara masyarakat salah satunya saleh perwakilan masyarakat dan PT. ASL, wartawan mitrapol berupaya mencari tau tentang pengakuan dari pihak perwakilan perusahaan terkait laporan yang mengakibatkan saleh harus berurusan dengan hukum dikepolisian Polres ketapang dan keterkaitan tentang hak milik secara legalitas milik Izin lokasi, IUP dan HGU.

Ketika dikomfirmasi, PT. ASL yang merupakan anak cabang Cargill Indonesia, yang disampaikan oleh Corporate Communications Manager Cargill Indonesia, Dewi Mayasari yang diwakili PR PT.ASL Maresa, melalui via whatshap wartawan Mitrapol.

“Kami mengetahui bahwa Kepolisian Daerah Ketapang telah menahan salah satu warga Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, sehubungan dengan penyelidikan terhadap kegiatan memanen tandan buah kelapa sawit secara ilegal di konsesi PT Ayu Sawit Lestari. PT. ASL tidak berwenang untuk memberikan komentar atas investigasi yang sedang dilakukan, ujarnya

” PT Ayu Sawit Lestari telah, dan akan selalu mematuhi semua peraturan dan prosedur yang berlaku yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Dalam menjalankan operasinya, PT Ayu Sawit Lestari berupaya untuk mempromosikan praktik-praktik pertanian terbaik untuk budidaya kelapa sawit berkelanjutan, dengan tetap menghormati hak asasi manusia, budaya, dan kearifan masyarakat lokal yang bekerja dengan kami, terangnya.
“Berdasarkan Izin Lokasi dan IUP yang dikeluarkan oleh BKPM melalui sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS), PT Ayu Sawit Lestari (ASL) memiliki hak untuk melakukan kegiatan operasional pada konsesi lahan seluas 360 hektar yang terletak di desa Pantai Ketikal, kecamatan Singkup. Hal ini telah dikonfirmasi dan diakui oleh pemerintah daerah Kabupaten Ketapang dan disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan di daerah tersebut,” Jawaban salah satu perwakilan perusahaan PT.ASL Cargill group, melalui pesan whatshap. Selasa (07/04/2020).

Saat di komfirmasi wartawan Mitrapol, Kapolres Ketapang AKBP RS Handoyo melalui Kasat Reskrim AKP .Eko Mardianto, menjelaskan,”menunggu semua selesai baru kita exspos di media,” jawabnya singkat.

 

 

Reporter : Roy/Ridwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *