Memo resmi kesepakatan PUK SPKEP-SPSI bersama Management PT. IWIP

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP-SPSI) berhasil memperjuangkan nasib ribuan karyawan PT. Indonesia Wedabay Industrial Park dan PT Weda Bay Nickel, setelah beberapa kali melakukan pendekatan dengan pihak management.

Kali ini management PT. IWIP dan PT. WBN resmi menerima memo yang ditawarkan oleh PUK SPKEP-SPSI setelah dimediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Maluku Utara, Sabtu (18/4/2020) di ruang mediasi Site Tanjung Ulie.

Sebelumnya pihak manajemen belum memberikan tanggapan terkait dengan karyawan yang dikenakan Unpaid Leave/UP atau upah tidak dibayar karena pandemik Covid-19.

Dimana kita tahu bersama bahwa hal ini merupakan warning dunia sehingga pihak manajemen mengeluarkan internal memo tentang pembatasan akses keluar masuk industri.

Ketua PUK SPKEP-SPSI PT. Weda Bay Nickel Kasim Abdullah Nurdin.

Dari alasan tersebut, management PT. IWIP mengelurkan memo bahwa karyawan yang cuti, jedah dan sakit maupun ijin dalam bentuk apapun, atau keluar dari area Industri tidak bisa masuk untuk bekerja.

Pokok pembahasan ini dibawa kedalam perundingan Bipartit sebanyak 3 kali dan tidak mendapatkan titik temu atau Date Lock hingga surat mogok kerjapun di layangkan ke manajemen serta Disnakertrans Halmahera Tengah (Halteng).

Kini lewat SPKEP-SPSI, permasalahan ini di angkat dan dibicarakan, kemudian mendesak manajemen PT. IWIP dan PT. WBN untuk memberikan hak-hak karyawan sesuai dengan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang perlindungan upah pekerja/buruh dalam masa Covid-19.

Ketua PUK SPKEP-SPSI PT Weda Bay Nickel Kasim Abdullah Nurdin mengatakan, dalam kurun waktu yang cukup dan wajar sesuai dengan perundang-undangan, management pernah mencoba bernegosiasi dengan Serikat Pekerja akan tetapi tawaran itu ditolak.

“Management waktu itu menawarkan opsi dengan pembayaran upah bagi karyawan yang dikenakan Unpaid Leave pada Angka 50% dari gaji dasar kepada pihak Serikat Pekerja. Namun kami tetap pada pendirian untuk mengawal kepentingan serta kesejahteraan pekerja dengan beberapa Pertimbangan yang akhirnya menghasilkan Poin-poin kesepakatan,” kata Kasim.

Berikut memo kesepakatan PUK SPKEP-SPSI bersama Management:

1. Besaran pembayaran upah dampak Unpaid Leave/UP:

– Grade 1-6 dibayarkan 60% dari basic salary.
– Supervisior dibayarkan 30% basic salary.

Pembayaran ini diberikan terhitung sejak pemberlakuan memo perusahan tanggal 28 januari 2020 hingga akhir april 2020. Pembayaran dilakukan pada bulan mei 2020.

2. Memperjuangkan tunjangan THR untuk pekerja yang terdampak kebijakan pencegahan covid-19 agar perusahan tetap membayar sesuai ketentuan.

3. Untuk mengakomodir teman-teman pekerja berKTP Maluku Utara dan luar zona maluku Utara namun telah menikah, berpenduduk di Desa lingkar tambang dan bersangutan tidak bepergian keluar Halmahera Tengah maka pekerja kategori ini akan diidentifikasi dan akan dipanggil paling lambat akhir bulan april 2020.

4. Memperjuangkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Pekerja. Mengingat Covid-19 yang belum usai dan susah mendapatkan pekerjaan, maka Serikat Pekerja mendorong agar melindungi kesehatan pekerja yang terdampak kebijakan pencegahan covid-19 ini. Untuk itu perusahan Wajib membayar iuran BPJS.

5. Memperjuangkan pekerja yang terkena dampak kebijakan pencegahan covid-19 karena kecelakaan dan meninggal dunia tetap mendapatkan perlindungan.

6. Penangguhan kontrak pekerja yang terdampak kebijakan pencegahan covid-19 tujuannya adalah selesai covid-19 mereka di panggil bekerja kembali tanpa harus memasukan lamaran kerja dan menghindari terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dengan disepakatinya poin-poin yang tercantum dalam perjanjian bersama antara Manajemen dan Serikat Pekerja, maka rencana mogok kerja dengan resmi dibatalkan dan permasalahan Unpaid Leave selama wabah Covid-19 telah diselesaikan.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *