Penyakit Tular Vektor Demam Berdarah di Daerah Lampung

  • Whatsapp

 

 

OLeh :

Elseria Rohani Munthe / 31170152
Fakultas Bioteknologi, Program Studi Biologi
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

MITRAPOL.com, Yogyakarta – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk keperedaran darah manusia dengan adanya gigitan nyamuk Aedes aegypti, DBD merupakan penyakit menular yang berbahaya dan penyakit yang sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat di Indonesia bahkan didunia karena dapat menyebabkan kematian bagi penderitannya.

Penyakit demam berdarah ini sering ditemukan didaerah tropis dan subtropis. Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis sehingga rentan terhadap penyakit DBD, Lampung merupakan provinsi ke-6 tertinggi di Indonesia yang terkena DBD.

Provinsi Lampung terletak dibawah khatulistiwa 5O LS beriklim tropis humid, didaerah daratan memiliki temperature rata-rata 26 oC – 28 oC dengan temperature maksimum 33,4 oC, dan minimum 21,7 oC. Lampung merupakan daerah dengan penduduk <> 9.549079 jiwa, dengan adanya 13 kabupaten dan 2 kota dengan luas daerah 35.376,50 km². penyakit demam berdarah di Provinsi Lampung merupakan masalah kesehatan diLampung karena merupakan daerah perlintasan Jawa Sumatera dengan mobilitas yang cukup tinggi.
Adapun gejala yang ditimbulkan akibat dari virus Demam Berdarah Dengue yaitu : Demam tinggi secara terus-menerus (39-40) o C yang mengakibatkan sakit kepala, demam tanpa adanya batuk, sakit perut atau mual, badan yang terasa pegal atau nyeri pada persendian, adanya bintik- bintik merah. Penyakit ini masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat dan pada saat musim penghujan penyakit ini terus meningkat. Penyakit demam berdarah ini dapat menyerang semua golongan umur, DBD lebih banyak menyerang anak-anak akan tetapi cenderung adanya kenaikan proporsi DBD pada orang dewasa.

Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang mana nyamuk tersebut biasanya hidup diantara garis lintang 35 o Utara dan 35 oSelatan, dibawah ketinggian 1000m, yang mana naymuk tersebut lebih sering menggigit pada siang hari. Nyamuk Aedes aegypti merupakan nyamuk yang hidup dan berkembangbiak digenangan air, tempat-tempat lembab dan kotor, musim hujan yang lama, daya tahan tubuh yang buruk, kepadatan penduduk dan pelayanan kesehatan, akan tetapi nyamuk juga dapat berkembang saat musim panas, dan bahkan saat musim panas nyamuk tersebut menggigit lebih tajam dan menyakitkan.

Penyakit demam berdarah diLampung mengalami kenaikan dan penurunan jumlah kasus, menurut Badan Statistik Provinsi Lampung jumlah kasus DBD ditahun 2015 terdapat 2.996 kasus dengan angka kematian 31 orang, sedangkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan yaitu 4.523 kasus dengan angka kematian 16 orang, tahun 2017 terdapat 1.115 kasus engan angka kematian 5 orang, tahun 2018 mengalami kenaikan kembali yaitu 4.443 kasus dengan angka kematian 20 orang, ditahun 2019 juga mengalami kenaiakn yaitu 5.592 dengan angka kematian 3 orang.

Ada beberapa factor yang berisiko terjadinya penularan dan bertambahnya kasus penyakit DBD yaitu jumlah penduduk yang tidak memiliki pola tertentu, factor urbanisasi yang tidak berencana dan terkontrol dengan baik, semakin majunya system transportasi sehingga mobilisasi penduduk sangat mudah, system pengolahan limbah dan penyedian air bersih yang tidak memadai, berkembangnya penyebaran dan kepadatan nyamuk, kurangnya pengendalian nyamuk yang efektif, dan melemahnya struktur kesehatan masyarakat, serta status imunologi dan riwayat genetic yang berpengaruh terhadap penularan penyakit.

Pengendalian DBD yang dapat dilakukan dengan melakukan gerakan 3M(Menutup, menguras, menimbun), menguras bak mandi, mengubur barang-barang tidak terpakai, mencegah agar tidak digigitnya nyamuk dengan lotion atau obat pengusir nyamuk, melakukan fogging/ pengasapan, menggunakan bubuk abate pada selokan dan penampung air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk, memasang kasa, memakai kelambu, memeriksa jentik berkala dan menjaga daya tahan tubuh.

Kejadian DBD di Provinsi Lampung terus meningkat dan selalu menyebar diberbagai daerah, daerah Lampung cenderung mengalami kenaikan jumlah kasus dengan mengurangnya jumlah angka kematian , adapun factor kepadatan penduduk dan factor lingkungan sangat berpengaruh terjadinya DBD, sehingga perlu adanya penangulangan kasus DBD dari Pemerintah dan masyarakat agar berkurangnya penyakit DBD yang ada di Lampung.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *