Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Mobil Prado keliling kampung cari lokasi pembuangan mayat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang perkara pembunuhan Hakim Jamaluddin kembali digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi, terkait dengan peristiwa pembuangan mayat korban. Tiga saksi melihat mobil Prado hilir mudik mencari lokasi pembuangan mayat.

Tiga saksi yang dihadirkan JPU Parada Situmorang dkk menjelaskan di ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Rabu (29/4/2020) antara lain,  Edward Tarigan (25) dan Linawati beru Sembiring (23), pasangan suami istri yang merupakan petani. Kemudian, Sengkunan Sembiring (49), warga sekitar lokasi yang juga seorang petani.

Dalam persidangan terungkap, kedua eksekutor yakni terdakwa M Jefri dan Reza Fahlevi sempat berkeliling kampung, mengendarai mobil Toyota Prado BK 77 HD mencari lokasi untuk membuang jasad korban.

Pengendara mobil terdakwa Jefri, memembawa mayat korban, sedangkan terdakwa Reza menuntun jalan mengendarai sepedamotor, hal itu dijelaskan saksi Sengkunan Sembiring (49), yang mengaku sempat melihat mobil melintas bolak-balik bersama satu sepedamotor menuju kebun sawit pukul 05.10 WIB.

Saat.itu saksi bertepatan sedang berolahraga di sekitar rumahnya di Dusun I yang jaraknya 2 Km dari lokasi temuan mayat.

“Sekitar jam 05.10 WIB kutengok mobil itu melintas menuju ke arah atas kebun sawit bersamaan sama satu kreta. Tapi nggak lama balik lagi turun ke bawah, jalannya sama-sama tapi kreta jalan di depan,” sebut Sengkunan.

Saat ditanya majelis hakim diketuai Erintuah Damanik, soal jarak dari lokasi saksi melihat mobil itu dengan TKP ,  saksi menjawab, berjarak sekitar 2 Km. Dikatakannya, ia melihat mobil itu melintas di Dusun I, sedangkan lokasi mobil ditemukan di jurang Dusun II.

Kabar adanya sebuah mobil mewah yang terjerembab di jurang itu sendiri pertama kali diketahui oleh dua saksi lain yang juga hadir dalam persidangan. Kedua saksi yang merupakan pasangan suami istri itu adalah Edward Tarigan (25) dan Linawati beru Sembiring (23).

Keduanya menyampaikan kepada majelis hakim, mereka melihat mobil tersebut berada di jurang ketika berjalan saat akan pergi ke ladang sekitar pukul 11.00 WIB. Takut karena belum ada  warga di lokasi, keduanya pun memberitahukannya kepada warga bernama Lamsir.

“Habis itu bang Lamsir lah yang ngasih tau warga-warga sana. Terus datang lah warga kampung situ ramai macam ada pesta,” ujarnya.

Saat ditanya majelis hakim soal keterangan yang disampaikan para saksi, ketiga terdakwa lewat  video teleconference tak membantah keterangan ketiga saksi. Sidang  dilanjutkan pada tanggal 6 Mei 2020 mendatang.

Sesuai dakwaan, Zuraida Hanum (41), M. Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M.Reza  Fahlevi (29), ketiganya merupakan terdakwa dugaan pebunuhan hakim Jamaluddin yang didakwa dengan berkas terpisah.

Semula Zuraida Hanum yang notabebe isteri korban menyampaikan keluhannya kepada teman dekatnya terdakwa Jefri Pratama, tentang sifat korban yang kasar serta memiliki wanita lain.

Sesudahnya keduanya sering bertemu di cafe-cafe di bilangan jalan Ringrood Medan. Keduanya pun sepakat untuk membunuh korban. Kemudian, terdakwa Jefri menghubungi terdakwa Reza untuk membantu menghabisi korban.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, terdakwa Zuraida menjemput Jefri  dan Reza dengan menggunakan mobil Camry warna hitam No Pol. BK 78 ZH.

Kemudian keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Medan.

Lalu, Zuraida langsung menyuruh keduanya naik ke lantai tiga, menunggu kedatangan korban. Tak perlu ditunggu, rupanya korban sudah berada di dalam rumah.

Melihat korban sudah tidur, kira- kira pukul 01.00 Wib dinihari, Zuraida miscall Jefri dan Reza agar turun ke kamar korban. Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban dan menutup wajah korban dengan bantal.  Reza ikut membantu, sedangkan Zuraida memegang kaki korban.

Selang beberapa lama korban pun tewas. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuang mayat korban di Perladangan Kebun Sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang.

Perbuatan para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 340 atau 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1,2 KUHPidana.

 

 

Reporter : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *