Camat tidak tegas, Kecamatan Sepatan Timur tidak siap laksanakan PSBB

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tangerang – Pemerintah sedang gencar-gencarnya perang melawan wabah Corona atau Covid -19 salahsatunya dengan menerapkan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar). Salah satu yang diatur dalam PSBB itu adalah larangan untuk berkumpul.

Himbauan pelaksanaan PSBB ini mulai dari tingkat Presiden sampai ke tingkat RT agar diterapkan dan dipatuhi oleh setiap warganegara, sehingga dibentuklah Satgas Covid 19 di setiap desa.

Namun hal ini tidak berlaku bagi Kepala Desa Kedaung Barat, Kepala Desa yang seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul malah sang kepala Desa tersebut mengadakan acara buka bersama dengan Karang Taruna dan Group Kedaung Barat Gemilang.

Camat Sepatan Timur, H. Mulyadi, S.Sos, M,Si saat diwawancarai oleh wartawan mitrapol usai mengadakan rapat susulan PSBB lanjutan mengatakan,”Benar saya juga mendapatkan informasi seperti itu dari Sekdes Kedaung Barat, dan sudah saya berikan teguran kepada Kepala Desanya agar dia tidak melakukan hal seperti itu lagi,” ujarnya.

Aktifis AMPUH, Catur

 

Saat ditanya oleh wartawan apakah teguran tersebut disampaikan langsung ke Kepala Desanya, Camat sepatan timur mengatakan,”Saya melakukan teguran tidak langsung hanya lewat Sekdesnya, dan itu pasti sampai,” jawab Camat.

Menanggapi pernyataan Camat Sepatan Timur, salah satu Aktifis di Sepatan Timur, Catur dari Forum AMPUH (Aliansi Masyarkat Peduli Hukum) mengatakan,”Yang saya liat, di kecamatan Sepatan Timur belum siap untuk menerapkan PSBB secara penuh, karena tidak ada ketegasan dari pemerintahan setempat seperti dari kecamatan itu sendiri, salah satu contohnya apa yang telah dilakukan Kepala Desa Sepatan Timur yang dengan jelas dan didepan kantor kecamatan Sepatan timur mengadakan acara buka bersama dan dihadiri banyak orang.”

Sedangkan kantor Desa tersebut letaknya tidak jauh dari kantor Kecamatan Sepatan Timur dan adanya dipinggir jalan raya sehingga mengundang perhatian masyarakat sekitar, lalu Camat tidak berani memanggil dan memberikan sangsi kepada kepala Desa tersebut, hanya memberikan teguran melalui Seketaris Desanya, sehingga masyarakat berasumsi PSBB ini hanya untuk masyarakat kecil saja dan tidak berlaku untuk Aparat pemerintahan, ada apa ini, ungkap Catur.

Masih ujar Catur, ini artinya Kecamatan Sepatan Timur tidak serius dalam menjalankan PSBB dengan baik, sehingga wajar saja kalau masih kita liat di Jalan Raya Kedaung, kalau sore ramai sekali orang-orang berlalu lalang, sampai macet.

Ini menunjukkan kinerja Kecamatan dalam menjalankan perintah pimpinan dalam hal ini Bupati tidak serius, harapan saya selaku aktifis dan putra daerah kecamatan Sepatan Timur, Bupati segera memberikan sangsi terhadap Camat yang kami nilai tidak serius dalam bekerja, kami ingin Camat yang berpihak kepada masyarakat dan bekerja dengan serius dalam menangani Covid-19 ini agar masyarakat tidak resah dan terhindar dari wabah tersebut.

 

 

Reporter : Arsyad

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *