Pernyataan 10 pimcam PG memanas karena dukung Sakir sebagai Ketua DPRD Halteng

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Pernyataan sepuluh Pimpinan Kecamatan (Pimcam) Partai Golkar (PG) yang mendukung Sakir Ahmad sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah, dinilai ‘Hoax’ oleh sejumlah anggota Dewan, Rabu (30/4/2020).

Hal itu disampaikan lewat konferensi pers yang dihadiri oleh empat anggota dewan di kediaman Fahris Abdullah. Untuk memperkuat peryataan itu, Fahris mengundang Kaderun Karim, Azwar Salim dan Zarkasi Zainuddin.

Mereka juga didampingi oleh salah satu Kader senior PG, Hamlan Kamaluddin. Turut hadir dalam konferensi tersebut, Pimcam PG Weda Selatan, Suaib Lasuke, Pimcam Weda Tengah, Rusni Rakib dan Sekretaris Pimcam Pulau Gebe, Nurhalim Salim.

Kepada sejumlah awak media Hamlan mengatakan, mereka selaku kaders menginginkan agar PG selalu solid dan tumbuh mekar di Halteng secara baik. Pihaknya juga menyayangkan sikap sepulih Pimcam yang dimotori oleh Ketua DPD II, Sakir Ahmad.

“Sakir Ahmad selaku ketua DPD II Halteng telah kehilangan kepercayaan dirinya sebagai pimpinan PG dalam pengisian pembagian job-job di DPRD paska legeslatif kemarin. Karena perdebatan ini sudah sekian lama, sehingga sangat khawatir sekali bilamana dia tidak mendapatkan kursi ketua DPRD Halteng. Maka dia mengambil tindakan atau mekanisme diluar dari kesempatan kaders maupun pengurus PG,” katanya.

Lanjut Hamlan, dirinya sengaja mendiamkan diri untuk tidak mencampuri persoalan ini, akan tetapi menurutnya apa yang dilakukan Sakir sudah keterlaluan.

“Sebenarnya kalau kita melalui ketentuan partai, kepengurusannya suda berahir. Sebab dalam ketentuan partai, jabatan Ketua itu hanya lima tahun. Kalau mau di hitung, mereka ini suda demesioner maka tidak bisa disebut sebagai pimpinan partai lagi,” kata Hamlan.

Terlepas dari itu, Hamlan Kamaluddin menambahkan, sejumlah poin yang dibumbuhi sepuluh Pimcam pada beberapa waktu lalu adalah tidak benar (Hoax). Dirinya juga membantah peryataan yang konon katanya Edi Langkara mengusungkan nama Fahris Abdullah sebagi Ketua DPRD Halteng jika dirinya terpilih menjadi Bupati.

“Pernyataan yang disampaikan bahwa Edi langkara saat itu bahwa Fahris Abdullah akan menjadi Ketua DPRd Dan teman-teman Pimcam PG akan mendapatkan hadiah proyek setelah jadi Bupati itu tidak benar,” ungkap Hamlan.

“Saya juga tidak tau yang mengatasnamakan 10 Pimcam ini apakah diangkat sendiri atau tidak. Tapi yang jelas itu hoax, sebab kami konfirmasi Pimcam yang ada ini mereka tidak mengakui akan hal tersebut,” sambungnya.

Sembari membeberkan, “Mereka tidak tau apa yang di lakukan oleh Bupati saat ini. Pemerataan pembangunan dimana-mana dan itu yang kita rasakan bersama. Jadi harus bangga sebagai Kaders PG, bukan mala menjatuhkan atau seenak-enaknya melakukan pemecatan yang pada akhirnya pempersulit dalam pengurusan,” titip Hamlan.

Disisi lain, Aswar salim meminta agar masalah internal partai dan jabatan Ketua DPRD harus diselesaikan secara baik agar tidak terkesan Hoax yang berakibat pada pencemaran nama baik pimpinan daerah.

“Jika ada masalah internal Partai dan jabatan Ketua DPRD Halteng, maka mari kita bicarakan dan selesaikan secara baik. Jangan penyampaikan hal-hal yang bersifat palsu, sehingga terjadi pencemaran nama baik pimpinan daerah, ini tidak wajar,” tuturnya.

Aswar juga menyesali langkah Sakir yang telah melakukan pemecatan serentak kepada beberapa Pimcam PG dan sejumlah anggota dari DPD II Halteng.

“Kami merasa sesali pemecatan yang dilakukan kepada beberapa Pimcam PG dan kami dari DPD II. Tapi kami anggap itu soal biasa dalam organisasi polik, namun jangan sekali-kali melibatkan keluarga atau orang yang bukan pengurus partai yang pada akhirnya menyerang pada orang dalam partai,” sesal Aswar.

“Kami barharap agar DPP secepatnya memanggil kami dan Ketua DPD II, serta Bupati untuk menyelesaikan permasalahan ini,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu mereka juga membuat beberapa usulan ke DPP Golkar:

1. Pelaksana tugas (Plt) Pincam PG Weda Selatan dianggap ilegal, karena tidak sesuai prosedur dari partai.

2. Kami akan melakukan perlawanan secara organisatoris dan mengumpulkan beberapa Timdes yang melegitimasi Pincam untuk memberikan dukungan kembali serta mengevaluasi perjalanan Sakir Ahmad sebagai ketua DPD II partai Golkar.

3. Kami memberikan apresiasi positif terhadap Bupati Halteng sebagai Wasekjen DPP yang selalu doktrin kekaryaan dalam membangun akselerasi pemerintahan selama ini.

Sementara Sakir saat dikonfirmasi membantah tuduhan Fahris, Kaderun, Aswar dan Zarkasi. Kata Sakir, mereka tidak bisa lagi berbicara soal struktur Golkar sebab sudah di pecat sebagai pengurus.

Kemudian pernyataan Sepuluh Pimcam yang mendukung dirinya sebagai Ketua DPRD Halteng adalah betul, bukan Hoax. Terkait dengan pemecatan, kata Sakir, itu adalah kebijakan dirinya selaku Ketua DPD II Halteng yang berpegang pada anggaran dasar rumah tangga.

“Fahris dan beberapa orang yang sudah dipecat sebagai pengurus tidak bisa lagi melakukan konferensi Pres atas nama Golkar. Sebab mereka bukan lagi pengurus partai Golkar. Mereka sudah melanggar anggaran dasar, sebab telah mengkudeta saya,” titipnya.

Lanjut Sakir, bahwa Pimcam Weda Selatan dan Patani timur pada saat dirinya berangkat ke tanah suci, mereka bersama Fahrsi dan teman-temanya telah buat pertemuan untuk mengkudeta ia sebagai Ketua yang sah. Dengan demikian makan mereka telah melanggar organisasi.

“Tapi saya sabar dan berikan mereka kesempatan untuk melakukan klarifikasi. Kemudian pada saat saya undang mereka mau berangkat Munas di Jakarta, mereka tidak mau ikut. Mereka malah ikut ke tempat lain, seakan-akan ada versi lain. Karena saya anggap mereka tidak tunduk pada DPD II, makanya saya ambil langkah untuk Plt mereka,” imbuhnya.

“Saya diperintahkan oleh Partai melalui anggaran dasar rumah tangga untuk mem-Plt kan mereka. Oleh karena itu, 10 Pimcam yang datang menandatangani kesepakatan itu di rumah saya adalah benar adanya,” tutup Sakir.

(Sahwan)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *