Puskesmas Sedadap Nunukan Selatan dapat bantuan APD dari DPRD Kaltara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – dr Rahmawati Kepala Puskesmas Sedadap Nunukan Selatan mendapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari anggota DPRD provinsi Kaltara dari daerah pemilihan Kabupaten Nunukan, Sabtu (2/5/2020).

“Saya tidak menyangkat itikad baik para anggota Dewan yang mewakili nunukan dikalimantan utara saya selaku kepala puskesmas mengucapkan Ribuan Trimakasi atas Kunjungan serta Bantuan Alat Pelindung Diri senoga bantuan ini bermampaat dan kepada DPRD Provinsi Kalimantan Utara Dapil 4 nunukan menunjukkan jati dirinya kunjungan ke sini sekaligus untuk silaturahim dengan kami,” katanya.

DPRD propensi sekaligus juga ingin melihat memantau kami di lapangan karena penanganan konflik ini bukan hanya di rumah sakit saja tetapi di Puskesmas.

Lanjud Darmawati kami juga termasuk salah satunya sangat berperan penting dalam menangani Covid-19, karena Puskesmas itu selain dia melakukan pressing Ia melakukan pelayanan publik juga di Puskesmas Sedadap sendiri kalau melakukan skrining di pelabuhan pelabuhan dalam hari ini Tugas sedadap itu di Pelabuhan Sungai jepun.

Kami ada tambahan itu melakukan pemantauan kesehatan untuk tempat karantina dalam hal ini di rusunawa kampung butun Nunukan Selatan.

Mudah-mudahan kunjungan beliau ke tempat kami tidak hanya menjenguk kami tapi juga harus menambah spirit semangat kami untuk berjuang melawan Covid-19.

Bantuan yang berikan DPRD Kaltara apa saja?

Dokter rahmawati ada bantuan dalam bentuk alat kesehatan tetapi diantaranya yang lain juga bantuannya adalah memberikan kami suplemen vitamin, vitamin yang bisa semakin membuat daya tahan tubuh kami .

karena kami juga pelayanan langsung melayani pasien Jadi kami juga sendiri harus lihat dulu seperti yang disampaikan tadi pak Andi Muhammad Akbar wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara juga Suami Hj.Asmin Laura Hafid SE.MM Bupati Nunukan, Akbar menyampaikan bahwa tenaga medis Jangan capek.

Pesan-pesannya itu “jangan capek” kemudian karena kalian ini adalah yang berhadapan langsung dengan pasien yang ada di lapangan maka kami tidak boleh capek .

kami juga harus menjaga imun supaya kami tidak kalah dalam pertempuran seperti itu.

Harapan saya kedepannya puskesmas lain juga ikut di kunjungi mendapat juga perhatian dari Anggota Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Propinsi Kalimantan Utara bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya seperti itu.

Saat ditanya apakah ada warga nunukan selatan direkomendsikan puslesmas sedadap terindikasi CovidApakah pernah ada warga nunukan selatan ini yg di rekomendasikan oleh puskemas untuk di lakukan perwatan covid?

Dokter rahmawati Rekomendasi itu adalah yang pasien yang masuk positif itu memang ada warga Nunukan Selatan itu tapi kalau untuk yang di Puskesmas sendiri itu kan ada data-data ODP yang pelaku perjalanan dan sebagainya.

kita pantau ada juga yang sudah selesai pemantauan kemudian ada juga yang kita rekomendasikan itu misalnya hasil tresing kami di lapangan misalnya dari penderita yang sebelumnya itu kami tresing keluarganya atau kontak eratnya misalnya ada tidak yang bergejala atau ada yang positf rapid nya itu baru kita rekomendasikan seperti itu.

Wartawan Mungkin berbentuk pencerahannya dari Puskesmas sedadap ini kepada masyarakat wilayah Nunukan Selatan sehingga mereka itu tidak saja mengharapkan berbentuk himbauan pemerintah Tetapi kan ada selaku puskesmas ini kan pengawasan langsung ke masyarakat Apa yang dilakukan ibu dokter?

Dokter rahmawati: Harapan saya kepada masyarakat dan juga ini sudah saya sampaikan juga kepada bapak dan Ibu anggota DPRD Dapil 4 Nunukan untuk wilayah kaltara DPRD Kaltara itu.

Harapan saya kita harus tetap waspada terhadap Covid-19 ini namun Stikma- Stikma sosial untuk para penderita Covid-19 itu sebaiknya segera kita hilangkan karena ini akan menimbulkan ketakutan.

Imun kita nanti akan turun kemudian bisa juga meningkatkan stres bagi penderita Covid-19 itu sendiri karena belum dia konsentrasi kepada penyembuhannya di harus juga memikirkan keluarganya di rumah yang barangkali keluarganya ini akan mendapatkan stigma sosial dari masyarakat di sekitarnya akan resah dengan keberadaan dari penderita Covid-19.

Kita harap stigma sosial seperti ini harus kita ubah karena sebenarnya DPP ringan itu bisa isolasi Mandiri kalau misalnya sangat dekat terkadang jadi tantangan kita, dan kita lebih cenderung memusuhi mengusir dan sebagainya ini akan kita hilangkan dan juga berpesan kepada ODP orang yang dalam pemantauan tolong dipatuhi imbauan pemerintah.

Jangan sampai ini mau perburuk Citra ODP Jadi sebenarnya ada ODP Taat juga dalam menjalani karantina tetapi karena ada juga yang sudah dia harusnya.

Jadi ini berkeliaran semua yang ada disana di kategorikan ODP itu pasti berkeliaran padahal tidak seperti itu Nah Tolong kalau sudah sampaikan bahwa ini menjadi orang yang dalam pemantauan (ODP).

Utung patuhi himbauan pemerintah patuhi protokol kesehatan kita supaya ini bisa berlangsung dengan baik, Karena kalau misalnya semuanya dikarantina kita akan mencari tempat karantina lagi rusunawa nanti akan penuh dan kalau penuh di mana lagi kita akan mencari lagi kan tapi kan kita akan memikirkan lagi belum lagi kalau ada yang pulang dari Malaysia ini kan yang TKI.

TKI itu juga akan ditampung dirusunawa kalau ini penuh di mana lagi kita akan mengkarantina kalau bukan di rumahnya sendiri.

Wartawan pakah ada dari puskesmas berbentuk pembagian masker kepada masyarakat sedadap?

Dokter rahmawati: Memang kalau di puskesmas sedadap itu kami tidak menerima pasien yang tidak mengunakan masker ini sudah saya sampaikan juga ke lintas sektor keoada Pihaj Kelurahan pihak Kecamatan maupun kepada Semua RT yang ada dikecamatan nunukan Selatan

Saya sendiri mendatangi ketua RT dan alhamdulillah semua masyarakat taat dengan Ketentuan yang kami sampaikan selang beberapa hari ada seorang Ketua RT itu langsung datang menyumbangkan masker kain untuk pasien.

Jadi Bantuan Masker yang disumbangkan Ketua Rt yang kami Maksud namun Masker itu kami berikan kepada Masyarakat yang datang tampa mengunakan Masker kata Dokter Rahmawati jadi Masker itu bukan untuk petugas kami sudah di belakang itu juga ada sumbangan atau bantuan dari dari orang lain.

“Alhamdulilah banyak juga yang menyumbang masker kain ke Puskesmas ini bukan untuk Puskesmas tapi untuk pasien pasien yang datang ke Puskesmas tidak menggunakan masker.”

Begitu daerah lancang, semengkadu Mamolo dan mansapa kalau dia datang berobat tidak Enak saya suruh Pulang kalau datang tampa mengunakan masker.

Alhamdulillah dengan bantuan dari mana mana yang ada juga yang dari pengunjung sendiri yang menyumbang ada yang tidak diketahui namanya dan ada yang tidak mau disebutkan namanya.

Menggunakan masker jadi semuanya bisa terjaga dari virus Corona alias Covid-19.

Saat ditanya Nunukan ini kan dapat penghargaan dari Mentri Kesehatan tepat tanggal 01/05/2020 penghargaan yang luar biasa termasuk bahwa mampu menuntaskan masalah penyakit demam berdarah sehingga secara berangsur-angsur hingga 5 tahun yang terakhir ini mendapatkan prestasi yang cukup menggembirakan?

Dokter rahmawati: Ini Tahun lalu kita dapatkan KLB untuk DBD mudah-mudahan tahun ini Jangan sampai terulang lagi karena kemarin dari Januari sampai ke April itu memang terjadi peningkatan dan biasanya puncaknya itu di bulan Mei.

Alhamdulillah tahun ini tidak terlalu banyak cuma Kemarin ada kasus 1 orang meninggal akibat demam berdarah, jadi kami juga harus memberikan perhatian ke masyarakat mumpung ini lagi kita masih stay home tolong semua warga membersihkan lingkungan masing masing untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk serta untuk membasmi demam berdarah.

Ini karena kemarin kan mungkin kalau kita mau PSN mungkin tidak sempat ia tidak sempat barangkali sibuk bekerja di luar Nah ini kan kita di rumah saja ini jangan sampai kita sudah ada wabah Covid-19 muncul lagi wabah DBD KLBD menyerang lagi jadi kita nanti dapat 2 PR ini kalau tidak segera di tanggulangi ya jadi saya mohon ini mumpung kasusnya masih belum terlalu banyak masih kalau masih ada sekitar 12/13 lah untuk nunukan selatan mumpung belum banyak karena ini saya lihat sudah mau masuk musim hujan segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 4 M + ya yaitu menutup, mengubur kemudian menguras Terus yang plus(+) nya.

Selagi itu bisa kita melakukan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk.

Kemudian baju-baju yang digantung itu sebaiknya kita turun kan itu semua untuk mengurangi mewabahnya DBD termasuk juga mungkin kita harus diperhatikan kita sendiri yang harus jadi kader jumantik dirumah kita masing2 jadi kita bisa cek sendiri profil (tanki Air) kita ada tidak dentiknya Kalau ada minta abate ke Puskesmas seperti itu.

Saat ditanya puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat utamanya masalah Demam berdara kapan dilakukan penyemprotan apakah ada terdeteksi baru penyemprotan?.

Dokter rahmawati: begini kalau penyemprotan demam berdarah itu biasanya setelah ada kasus karena kalau penyemprotan itu kita upayakan seminimal mungkin .

kita lakukan karena ada juga efek sampingnya obat-obatan yang di penyemprotan itu kemudian penyemprotan itu sendiri hanya membunuh nyamuk dewasa jadi tidak membunuh jentik jadi yang harus kita putuskan itu semua mata rantainya yaitu membunuh jentik nyamuk ternyata dia dengan PSN itu pemberantasan sarang nyamuk.

Jadi kalau memang dirasa perlu baru kita melakukan fogging seperti itu masyarakat ini apalagi namanya paradigma nya selalu sedikit-sedikit fogging Padahal bukan itu sebenarnya yang menjadi kunci demam berdarah.

“Kuncinya Demam berdarah berangkat dulu jentiknya,” Kata Dokter Rahmawati kepala puskesmas sedadap saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *