Warga resah, tumpukan sampah hiasi jalan penghubung Desa Pagergunung – Pamutih

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pemalang – Tahun 2018 Kabupaten Pemalang menjadi peringkat pertama dalam pengolahan sampah dengan sistem Controled Landfill di TPA Pegongsoran.

Controled Landfill adalah pembuangan sampah dengan peningkatan dari metode open dumping. Sampah diratakan dan dipadatkan untuk kemudian ditimbun dengan tanah. Baru setelah itu untuk membuang sampah lagi. Metode ini memudahkan sampah hancur di dalam tanah.

Namun predikat tersebut dinilai berbeda dengan kondisi lapangan. Tumpukan sampah menjadi pemandangan pada jalan raya penghubung Desa Pagergunung dengan Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami, Pemalang.

Tumpukan sampah tersebut tiap tahunnya belum ada solusi antara pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup.

Kades Pagergunung, Alimin mengungkapkan bahwa penanganan tumpukan sampah tersebut sudah di bahas bersama pemdes Pamutih, dan sempat meminta bantuan kepihak Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu pengangkutan tumpukan sampah tersebut.

“Namun, sampai saat ini belum ada respon dari pihak Dinas terkait,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kades Pamutih, Purwati juga mengungkapkan hal yang sama. Kita selaku pemerintah desa sudah melakukan komunikasi untuk mengatasi problem tumpukan sampah. Ujarnya.

Pada Perda Kabupaten Pemalang No. 2 tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan, Bagian kedua (bersih dari sampah) sudah menyalahi perda pasal 14 dan pasal 15.

Komisi B DPRD Pemalang Saat dimintai Konfirmasi melalui pesan Whatapp. Fahmi Hakim, SH mengatakan bahwa dalam pengolahan sampah yang ada di desa itu menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Ungkapnya.

“Ini masih menjadi perdebatan kami di Komisi B dengan DLH mengenai pengolahan sampah, karena ini terkait ketersediaan anggaran,” tutupnya.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *