Kreativitas tanpa batas, Balon Walikota Metro Anna-Fritz pelopori urban farm di sektor pertanian

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro – Sebagai calon pemimpin dituntut untuk terus memiliki ide cemerlang bagi kemajuan daerahnya kedepan. Konsep kreativitas tanpa batas ini bisa diterapkan dimana saja, termasuk di sektor pertanian dan perkebunan.

Hal inilah yang dilakukan Anna Morinda-Fritz Akhmad Nuzir yang maju dalam pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Metro saat ini.

Dengan mengusung tema “Halaman Ku Saku Ku”, Anna-Fritz membuat demplot percontohan yang diberi nama Urban Farm Anna-Fritz.

Konsep ini sudah dijalankan dan memberikan hasil.  Salah satunya di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara yang sudah menerapkan urban farm ini.

Selama dua bulan pilot project tersebut dijalani, saat ini sudah menunjukkan hasilnya. Di bawah pendampingan anggota DPRD PDI Perjuangan Didik Isnanto, hasil urban farm ini mampu menambah ekonomi warga yang menanam melon hingga 500 persen dari modal awalnya.

 

Dengan area tanam terbatas di halaman, modal awal hanya Rp 700.000 dalam dua bulan bisa menghasilkan Rp 5.700.000 dan itu sudah dirasakan langsung oleh pilot project urban farm di Banjarsari tersebut.

“Kita berharap urban farm ini bisa diterapkan di seluruh Kota Metro tentunya dengan basis kebutuhan masing-masing. Kalau di Metro Utara gudangnya melon, nanti di kecamatan lain bisa urban farm yang lain. Sehingga lahan tidur bisa dimanfaatkan emak-emak untuk menambah uang belanja dapur dan kebutuhan sehari hari. Inilah konsep halaman ku saku ku yang kita gagas dengan tema urban farm. Mas Didik dan tim di sini, bisa menjadi pelopor dan memberikan pelatihan kepada siapa saja dan setelah kita lihat hasilnya, sangat memuaskan,” ujar Anna kepada media, Selasa (5/5/2020).

Selain itu Anna mengatakan, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala di perkotaan seperti Kota Metro. Oleh sebab itu, konsep urban farm menjadi salah satu solusi untuk memanfaatkan lahan tidur sekaligus menumbuhkan ekonomi rakyat.

“Apalagi dengan adanya Corona ini kita diharuskan di rumah aja, jadi bisa produktif meski kita diam di rumah dengan urban farm ini,” tegasnya.

 

Didik Isnanto menambahkan, konsep desentralisasi urban farm ini sudah disiapkan sebagai salah satu program unggulan. Menurutnya, desentralisasi hasil urban farm ini nantinya bisa bervariasi.

“Di Metro Utara ini ada empat kelurahan, nanti ada empat penghasil urban farm sesuai dengan penyerapan pasar yang ada di Metro. Saat ini Kelurahan Banjarsari sudah melon, kelurahan lain kita konsep yang berbeda. Jadi variasi hasil urban farm akan memberikan jaminan harga dan penyerapan pasar yang baik. Tentunya dengan bimbingan dan arahan dari Bu Anna dan Mas Fritz yang memang konsen dalam pertanian dan perkebunan,” tandasnya.

 

(Reporter: Muktaridi / Rilis)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *