Pemerhati Sosial: Perbup penyaluran BLT di Aceh Timur jangan persulit masyarakat miskin

  • Whatsapp
Aktivis Pemerhati Sosial, Masri, SP

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Aktivis dan pemerhati sosial Aceh Timur meminta Perbup yang akan di keluarkan dalam waktu dekat ini sebagai pedoman penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bisa meringankan kinerja aparatur Desa, juga dapat mempermudah masyarakat miskin dalam memperoleh Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Hal itu di sampaikan Aktivis Pemerhati Sosial, Masri, SP kepada media Selasa 05 April 202.

Menurut Masri, sebelumnya ada informasi salah satu pasal dalam draf Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Timur mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus di lsalurkan melalui kantor Pos atau Bank yang di tunjuk, “artinya setiap penerima BLT (Keluarga Miskin) harus membuat buku rekening Bank atau harus melalui Kantor Pos,” sebutnya.

Lanjut dia, “Bila kantor Pos dekat, masyarakat mungkin tidak kesulitan, coba bayangkan mereka yang tinggal di daerah pedalaman seperti Simpang Jernih, Serbajadi, Peunaron, Birem Bayeun, Sijudo, dan banyak Desa lain nya akses jarak tempuh ke kantor Pos sangat jauh,” sebut Masri

Bayangkan berapa biaya transportasi perjalanan menuju kantor Pos atau Bank untuk mengurus buku rekening atau mengambil bantuan, sedangkan jumlah BLT cuma Rp.600.000/tahap, itupun waktu nya belum tentu selesai satu hari, tapi harus menunggu antrian berjam -jam bahkan sampai dua hari bolak balik ke kantor Pos atau Bank yang ditunjuk. Katanya

Di sisi lain terjadi nya antrian dan kerumunan saat pengambilan uang bantuan baik di kantor Pos atau di Bank akan terjadi desak-desakan, ini akan menyalahi protokoler pencegahan Covid-19 terutama dalam menjaga jarak (physical distance),” imbuhnya.

Masri menambahkan, Kita berharap Bupati Aceh Timur dalam mengambil keputusan harus bijak, dan mempertimbang nasib warga miskin, bukan sebalik nya membebani mereka dengan sistem birokrasi yang berbelit-belit.

“Salurkan saja BLT secara Tunai kepada masyarakat, apalagi kebutuhan biaya keluarga miskin sangat mendesak tanpa terlalu banyak tetek bengeknya,” tutup Masri.

(Reporter: Zul Aceh)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *