Perum Bulog Provinsi Papua dan Papua Barat: Stok beras aman dalam waktu empat bulan ke depan 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jayapura – Pimpinan Wilayah Perum Bulog Provinsi Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi menjelaskan melalui Kabid Komersial, Dwi Yuniarko, terkait persiapan stok bahan pokok beras.

“Stok kami masih bisa dua sampai empat bulan ke depan. Itu dengan asumsi memang penyaluran rutenya kami hubungan anggaran Terus kami menjalankan operasi pasar, bencana alam juga bisa sampai 4, 2 bulan kedepan dan persiapannya bulog,” katanya, Senin (4/5/2020).

Lanjut Dwi yang pertama memang kami masih datangkan terus permintaan rencana pemasukan stok baik dari Sulawesi selatan, dari Jawa timur, maupun dari Merauke, semua masuk ke gudang Argapura.

“Di sini nanti, dari gudang argapura di kirim ke Wamena juga,” ucap Dwi.

Dwi mengatakan Kami juga di setiap Provinsi Papua itu kita ada kantor cabang.

Seperti kantor cabang Merauke, kantor cabang biak, kantor cabang pembantu Nabire, kantor cabang Serui, kantor cabangTimika, dan kantor cabang Wamena. dia membawai beberapa kabupaten di bawahnya dan stoknya secara keseluruhan secara total itu di Provinsi Papua bahkan Papua Barat karena kita kan juga membawai Papua Barat.

“Untuk ketahanan stoknya 4,2 bulan atau tiga sampai empat bulan kedepan dengan perkiraan stok sampai dengan tanggal 28 april 2020 33000 ton di seluruh papua dan papua Barat,” kata Dwi.

Jadi itu masih bisa sampai 3,3 bulan, itu masih ada rencana masuk sekitar 5350 ton ke Papua dan Papua Barat seperti itu.

“disamping itu juga untuk persiapan Covid 19 dan kami memang rutin. Kami juga sudah punya stok karena kebutuhan kami disini itu banyak untuk golongan anggaran diseluruh kabupaten kota, TNI Polri terus PNS Vertical , untuk kebutuhan Covid 19.”

Dan kami juga sudah menyalurkan CBP (cadangan beras pemerintah).

Kata dia, biasanya CBP itu untuk bencana alam tapi ada instruksi dari Kementerian Sosial bisa digunakan untuk Covid-19 ,non bencana alam,

Lepas dari itu semua, sejauh ini kami sudah menyalurkan di 14 kabupaten kota di provinsi Papua dan Papua Barat dengan total hampir 1160 ton.

Dwi Yuniarko (Kabid komersial Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat)

Lanjut Dwi menjelaskan Jadi pemda itu punya kewenangan dia 100 ton untuk dalam setahun untuk bencana alam atau Gubernur itu mempunyai kewenangan 200 ton dalam setahun jadi dalam kondisi darurat bencana alam bisa menggunakan itu.

Atau mengajukan permohonan ke Bulog seperti itu ,dan ditambah lagi ada edaran yang nomor 3 tahun 2020 KEMENSOS membolehkan untuk dipakai covid-19, jadi ada beberapa yang memang zona merah atau daerah yang sudah terisolir sudah minta.

Seperti Di Kanwil Papua yang sudah ambil itu untuk kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi,Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak itu yang sudah ambil.

Sedangkan yang sementara proses Pelayanan dan perlengkapan administrasi itu Kabupaten membramo Tengah , Kabupaten nabire, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Pania, Kabupaten Intan Jaya.

Sedangkangkan Kabupaten merauke sudah melengkapi dan ambil,trus Papua Barat itu yang sudah dilayani itu Sorong sama Kabupaten maibrat.

Dan utuk Papua Barat yang sementara pengajuan itu kabupaten manokwari,dan memang kami wajib menyalurkan itu yang utama dari bencana alam atau Cbp,

“yang kedua kami melayani paket-paket Gubernur tapi kami skemanya skema komersial, jadi kami hanya sebagai vendor penyedia comudity yang sudah jalan yaitu di pemerinta daerah provinsi papua lewat disprindakop.”

Tahap pertama kemarin 3000 paket, terus yang kedua ini jalan 4000 paket, totalnya rencananya sekitar Rp26.000 paket.

Di sini terus ke daerah lain seperti Manokwari Sorong sama Kabupaten fak-fak juga Jalan atas permintaan dari Gubernur Papua Barat.

“Dan Kalau nggak salah kemarin itu manokwari dia menyalurkan sekitar 4500 ,sorong juga sekitar itu,sama fak-fak juga,jadi total nya hampir 15000 paket dipapua barat,” jelas Dwi.

Dwi juga menambahkan Pemerintah daerah ke bulog, seperti itu sama juga kami juga secara rutin ,dari awal tahun sampai sekarang sudah mengeluarkan namanya beras oprasi pasar untuk ketersediaan pasar dan kestabilan harga itu rutin kami lakukan setiap hari ,maka itu hanya bisa dilihat bahwa harga harga beras di papua dan papua barat agak stabil dibandingkan comunity lain karena memang kami jual dengan harga subsidi pemerintah, harga yang sudah diatur oleh Kementerian Perdagangan di wilayah Maluku papua itu 8900 ada di ap gudang di kota Jayapura semua gudang yang di Papua dan Papua Barat seperti itu.ucap Dwi.

Kalau kendala kami memang sekarang kan ada pembatasan pembatasan wilayah juga,dari kota jayapura ke sentani dan lanjut dari sentani dikirim ke wamena.

“awalnya memang kami ada kendala karena ada pembatasan waktu sampai jam 2 siang dan di kabupaten jayapura juga sampai jam 2 siang, tapi setelah di komunikasikan bisa, ya kendalanya mungkin itu,” ungkap Dwi.

Dwi juga mengatakan keterbatasan angkutan ke atas saja.

karena memang kami penyaluran sangat banyak di wamena itu ,karena menyangga 7 Kabupaten jadi kita melakukan percepatan terus ke wamena.

kalo comodity lain itu gula,karena gula itu dari bulan Desember memang sudah langka dan itu mungkin mempengaruhi harga sekarang ,18.000 sampai 20.000, sedangkan head nya 12.500 jadi memang agak tinggi, tapi di awal tahun dimulai bulan maret dan april ini sudah mulai datang baik penugasan raw sugar dari pemerintah, sama ada ex impor dan sekarang mulai musim giling juga,dan ini rencana kami mauh datangkan gula.

Gula itu kami datang partai pertama sekitar 200 ton masuk ke sini berlanjut lagi sampai total sekitar 1800an ton secara bertahap.

Dalam pengiriman juga ada sedikit keterlambatan ketersediaan angkutan juga pengiriman dari Lampung ke glora,sama dari Jakarta, jadi Mungkin memang mengantri karena semua angkutan seluruh indonesia dipakai untuk mengangkut gula juga, Terus yang kedua memang comonity-comonity lain agak naik seperti minyak , telur. Memang karena di sini supplier semua Ap dari luar .

Dan juga keterbatasan angkutan barang sama angkutan kapal Pelni, Sampai sekarang kami masih berusaha untuk melayani permintaan daerah.

Dwi juga menambahkan bahwa sebentar lagi juga ada permintaan presiden 5000 paket untuk kami persiapkan juga,seperti itu,” ucap Dwi.

(Adm)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *