Cemarkan nama baik di grup WA, seorang pengusaha di Medan divonis 4 bulan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Seorang pengusaha terkenal di kota Medan,Tansri Chandra alias Tan Ben Chong (73), akhirnya divonis 4 bulan, masa percobaan 6 bulan, karena terbukti bersalah mencemarkan nama baik Tony Harsono dkk lewat Grup WhatsApp Yayasan Lautan Mulia (YLM).

Putusan majelis hakim diketuai Erintuah Damanik  disampaikan dalam persidangan terbuka untuk umum di ruang Cakra-6 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (6/5/2020) yang dihadiri terdakwa didampingi penasehat hukumnya, dan dihadiri oleh jaksa penuntut dari Kejatisu.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa telah merugikan saksi korban Tony Harsono dkk, yakni sengaja mengirim pesan dan foto yang berisi penghinaan.

Perbuatan terdakwa, papar hakim, melanggar Pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 UU RI No.19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE.

Terdakwa Tan Ben Chong melalui penasehat hukum (PH), menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim, JPU Edmond Purba juga menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim beda tipis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edmond Purba yang menuntut terdakwa tiga bulan penjara, denda Rp15 juta subsider satu bulan penjara.

Seperti yang disebutkan dalam dakwaan, awalnya tanggal 16 Maret 2019,  terdakwa mengirim pesan dan foto ke grup WhatsApp. Disebutnya, Tony Harsono, wataknya prima, IQ tinggi, alias aseng tukang bakar, kalau pake dijalan jadi professor, merampok uang IT&B Rp 300 juta.

Dalam grup WhatsApp juga disebutkan,  yang mau menjatuhkan IT&B, ada 6 orang (G6) yaitu saksi korban Tony Harsono, saksi Tedy Sutrisno Alias Tan  Cong Bin, saksi Gani Alias Tan Cang Ching, saksi James Tantono  Alias Tan Po Seng, saksi Anwar Susanto dan Tamin Sukardi.

Kemudian  tanggal 16 April terdakwa  mengirim gambar dan tulisan  ke grup WhatsApp  dengan kalimat “INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B  JUMLAH RP 2.400.000.000.

Akibat perbuatan terdakwa yang  mengirimkan  pesan dan gambar  di grup grup WhatsApp yang memiliki muatan penghinaan, maka para saksi korban merasa dicemarkan nama baiknya.

(ZH).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *