Ini langkah Pemkab Nunukan terkait rencana pemulangan 161 pekerja imigran di Malaysia

  • Whatsapp
Hasan Basri selaku (Kabag Humas) sekaligus juru bicara Bupati Nunukan

MITRAPOL.com, Nunukan – Langkah apa yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Nunukan terhadap Rencana Pemulangan Pekerja Imigran Indonesia (PMI) sebanyak 161 Orang melalui Konsulat Republik Indonesia di Sabah Malaysia.

Menurut Kabag Humas Pemkab Nunukan, Hasan Basri bahwa itu Baru Rencana Pemulangan belum Positif untuk rencana pihak konsul, memang kemarin ada sempat mau kirim kesini tapi saat ini belum ada kabar lanjutan.

untuk tindak lanjutkan kita sudah kordinasi dengan Memintah pihak konsulat RI ditawau agar sebelumnya para pekerja migrain ini dikirim ke nunukan terlebih dahulu dan dilakukan ” dirapid test” atau ada surat keterangan sehat dari sana jadi kalau misalnya hasil rapid test nya tidak sehat itu tetap tinggal disana.

jadi yang dikirim disini itu adalah yang sehat agar Virusnya tidak menyebar kepada orang lain Kemudian setelah tiba disini kita tentunya harus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap memeriksa dipelabuhan sesuai dengan prosedur, kalau misalkan ada yang terindikasi terpapar langsung kita masukan sebagai orang dalam pantauan (ODP).

TKI ini nanti kalau misalnya sudah dibukukan itu akan dikarantina di Rusun yang sudah kita siapkan, fasilitas semua ada mulai dari tempat tidur, air dan fasilitas lainnya sudah kita siapkan.

Selain TKI sebenarnya ada juga rencana pemulangan yang lain itu warga negara indonesia yang tertahan disana akibat perintah kawalan pergerakan atau semacam lockdown di Malaysia.

Jadi itu jumlahnya ada sekitar yang sekarang mengajukan ke konsul itu sekitar 161 orang ini sementara menunggu persetujuan untuk masuk ke kabupaten Nunukan.

TKI yang akan deportasi oleh kerajaan malaysia ke Indinesia melalui pintu Pelabuhan Tunan nunukan, TKI tets4but berasal dari berbagai daerah Ini ada dari Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

kita juga sudah berkordinasi dengan meminta daerah asal masing masing agar bisa menerima warganya secepatnya,

kemudian nanti setelah tiba disini prosedurnya tetap sama mereka tetap diperiksa dan di karantina sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Tetapi ini juga masih menunggu konfirmssj dari pihak Konsulat apakah 161 orang ini akan dipulangkan dalam waktu dekat menunggu persetujuan dari ketua mentri Sabah.

Lanjud Hasan Basri selaku (Kabag Humas) sekaligus juru bicara Bupati Nunukan menyampaikan tentang bantuan sumbangan satuan tegas covid 19 yang diketahui oleh bupati Nunukan kepada mahasiswa kita yang berada diluar daerah.

Mahasiswa yang sampai saat ini bertahan ditempat kuliahnya, kemarin untuk ketahap pertama kita sudah mengirimkan ke lima tempat masing adalah Jogja, Malang, Makassar, Tarakan dan Samarinda,, yang sudah kita dapatkan datanya bahwa masih banyak mahasiwa yang masih tinggal disana sementara dananya disalurkan kepada pengurus organisasi mahasiswa kedaerahan masing masing. Sebab oraganisasi mahasiswa kedaerahan masing masing.

Karena pemerintah daerah mengganggap bahwa pengurus organisasi kemahasiswaan yang paling efektif untuk mengurus anggotanya, jadi nanti pengurus pengurus oraganisasi kemahasiswaan ini akan menyalurkan bantuan ini ke semua mahasiswa yang masih bertahan dan tinggal ditempat kuliahnya.

Bantuan ini diharapkan memberikan bantuan sembako atau kebutuhan kebutuhan lainnya yang penting tidak dibagi dalam bentuk uang tunai karena dengan pertimbangan membeli barang lain yang dibutuhkan dibanding uang tunai.

selanjutnya dari data yang masuk ada juga mahasiwa kita dari palu dan sumbawa yang masih cukup banyak yang masih bertahan Pemerintah sementara mengkomunikasikan apakah nanti disalurkan atau dikesempatan selanjutnya, yang jelas adik adik mahasiswa tetap menjad Perhatian khusus pemerintah daerah yang sedang kuliah disana semoga keadaan disana tetap baik baik saja.

Dan tetap melakukan kegiatan proses belajar mengajar yang masih berlangsung tetap senantiasa dalam keadaan baik dan sehat selalu. (Yuspal)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *