PAUD Mentari Toba tuding penyaluran bansos sembako tebang pilih

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Pembagian bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako yang disalurkan dari Dinas Sosial kepada Paud se Kabupaten Toba April lalu menuai kritikan tajam. Pasalnya, pendiri PAUD mentari, Berlin Marpaung (51) sangat kecewa atas penyaluran bansos tersebut yang dinilainya tebang pilih.

Kepada Mitrapol, Rabu (06/05/2020) Berlin Marpaung mengaku sangat kecewa atas pembagian sembako yang dinilai tebang pilih. Menurutnya, Paud Mentari merupakan Paud perintis yang ada di Toba dan telah berdiri sejak tahun 2006, namun tidak masuk dalam daftar penerima bantuan terang berlin.

“Paud Mentari terdaftar resmi di Dinas Pendidikan sejak tahun 2006. Saat kita dapat info pembagian sembako kepada Paud pada hari pertama, saya langsung komunikasikan kepada anggota untuk stand by di sekolah, demikian juga pada hari ke dua. Namun hingga pembagian sembako selesai, tidak pernah ada sembako yang kita terima,” ujar Berlin.

Merasa ada hal yang kurang pas, sebagai pendiri Paud Mentari, Berlin berusaha mengkonfirmasi Dinas Pendidikan Toba untuk mempertanyakan terkait proses pendataan Paud yang akan menerima paket bansos yang terdampak Covid-19.

“Saya langsung konfirmasi ke Kadis Pendidikan Parlinggoman Panjaitan, namun dia mengatakan ada kesalahan data,” ujar Berlin mengulangi perkataan Kadis Pendidikan.

Berlin juga menceritakan bahwa rekannya pernah mengkonfirmasi kepada Bunda Paud Kab.Toba Brenda Ritawati Aruan lewat pesan Whatsapp (WA) dan dijawab oleh bunda paud.

“Makanya, masuklah ke Himpaudi biar dapat bantuan,” ujar Berlin sembari membacakan pesan WA tersebut.

Atas Jawaban Bunda Paud tersebut, Berlin kembali mempertanyakan pendataan Paud penerima bantuan tersebut kepada Kadis Pendidikan.

“Saya tanya, pak kadis, apakah hanya Paud yang bernaung di Himpaudi yang berhak menerima bantuan tersebut? Oleh pak kadis pendidikan menjawab tidak. Lalau saya tanya kembali kenapa Paud saya tidak dapat, alasannya kesalahan mendata,” imbuhnya.

“Saya menilai ada tebang pilih dan intervensi pihak ketiga dalam daftar penerima sembako Paud ini, apalagi Paud Mentari tidak ikut bergabung di Himpaudi. Atas kejadian yang mengecewakan yg dialami paud mentari tersebut, kiranya menjadi catatan penting, sehingga kedepannya tidak terulang lagi,” pungkas Berlin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Parlinggoman Panjaitan saat dikonfirmasi dikantor bupati mengungkapkan, bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan dan pihaknya sudah meminta maaf atas kesalahan tersebut.

“Sudah. sudah.. sudah selesai dan saya sudah minta maaf atas kesalahan tersebut, dan kita akan perbaiki,” ujar Parlinggoman. (Abdi.S)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *