Sidang kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin, saksi beri laporan fiktif kepada ZH

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin kembali digelar di ruang Cakra-8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (6/5/2020), dengan agenda mendengar keterangan tiga saksi fakta

Persidangan dengan cara teleconfence (online) dipimpin hakim ketua Erintuah Damanik ini semakin menarik, sebab saksi Libert Hutasoit, saksi yang pernah menjadi supir freelance (tidak tetap)  terdakwa Zuraida Hanum (ZH).

Menurut saksi, dia sering disuruh ZH memantau korban Jamaluddin  saat pulang tugas selaku hakim PN Medan. Namun saksi mengaku hanya sekali melaksanakan perintah ZH, memantau korban ke Brothers Cafe Jalan Zainul Arifin Medan.

Saksi mengaku sering menyampaikan laporan fiktif kepada ZH. Termasuk melaporkan korban saat mengunjungi asisten pribadinya, wanita berinisial “C”. Saksi mengaku mengirim titik lokasi WA kepada terdakwa ZH.

Kacaunya, saat dikonfrontir hakim Erintuah, terdakwa Zuraida langsung emosi dan menyatakan, karena laporan saksi itulah salah satu penyebab timbul niatnya untuk menghabisi nyawa korban.

“Berdasar laporan dia itulah Pak Hakim, saya sakit hati. Dan timbul niat membunuh suami saya,” kata terdakwa, terkesan menyesali perbuatannya.

Lebih lanjut JPU Parada Situmorang dkk juga mempertanyakan kepada saksi tentang bayaran yang ia terima.

Saksi mengaku sering mendapat uang dari terdakwa ZH, pernah Rp2 juta, bantuan ketika ibunya sakit. Lalu Rp6 juta ketika ayahnya meninggal. Serta Rp10 juta untuk bangun rumah.

Kemudian dua saksi lainnya yang turut diperiksa, Lasma Sagala dan Ricky Harefa, pedagang jaket dan sepatu. Keduanya mengakui, terdakwa Reza Pahlevi pernah berbelanja jaket dan sepatu  di tempatnya berjualan di Pasar Melati, Sunggal.

Usai mendengar keterangan ketigs saksi, hakim Erintuah Damanik menunda sidang hingga Rabu pekan depan

Sesuai dakwaan, Zuraida Hanum (41), M. Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M.Reza  Fahlevi (29), ketiganya merupakan terdakwa dugaan pebunuhan hakim Jamaluddin yang didakwa dengan berkas terpisah.

Semula Zuraida Hanum yang notabebe isteri korban menyampaikan keluhannya kepada teman dekatnya terdakwa Jefri Pratama, tentang sifat korban yang kasar serta memiliki wanita lain. Keduanya pun sepakat untuk membunuh korban. Kemudian, terdakwa Jefri menghubungi terdakwa Reza untuk membantu.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, terdakwa Zuraida menjemput Jefri  dan Reza dengan menggunakan mobil Camry. Kemudian keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Medan.

Selanjutnya, saat korban tidur, kira- kira pukul 01.00 Wib dinihari, Zuraida miscall Jefri dan Reza agar turun ke kamar korban. Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban dan menutup wajah korban dengan bantal.  Reza ikut membantu, sedangkan Zuraida memegang kaki korban.

Selang beberapa lama korban pun tewas. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuang mayat korban di Perladangan Kebun Sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang.

Perbuatan para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 340 atau 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1,2 KUHPidana.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *