Dituding Positif Corona, Keluarga pasien Alm Drs. H. Nizar curahkan isi hatinya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sekayu Muba – Abiyanto mengungkapkan duka yang mendalam dan kepedihan hatinya di Facebook Crystal Queen, Senin (4/5), tentang meninggalnya ayahanda yang divonis oleh salah satu Dokter di RSUD Sekayu yang mengatakan didepan orang banyak 90% virus corona. Lebih menyakitkan bagi keluarga karena hasil tes pemeriksaan swab dinyatakan Negatif.

Dari awal saya Dr. Abbiyanto. MM.,MKes dan Isteri sudah menyakinkan dr. Sy. SP., PD untuk mempertimbangkan hasil tes dari RS Charitas Palembang, bahwa perjalanan penyakit beliau ayahanda Efusi Pleura, Pneumonia, Empiema, Susp. Ca Pulmo tapi sangat disayangkan tidak dipertimbangkan hasil tes pemeriksaan sebelumnya dan perjalanan penyakit beliau selama ini. Seharusnya sesame satu profesi bisa berkomunikasi dengan baik, bukan memberikan keresahan, kecemasan, kepanikan didepan keluarga dan orang ramai dengan menyatakan 90% ayahanda saya terdiagnosa Corona atau Covid19 bukan PDP seperti yang diberitakan pada media online Kamis (24/4) yang lalu.

Dalam pemberitaan meski masih menunggu hasil swab Covid-19, namun satu orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ke 26 berdasarkan pengecekan awal (skrining) hasil rapid test positif di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (23/4/2020) tetap akan mematuhi protokol kesehatan pada proses pemakamannya.

“Sebelumnya PDP ke-26 asal Muba ini mendapatkan perawatan di RS Palembang kemudian karena kondisi kesehatan sudah mulai membaik PDP-26 ini berangkat ke Sekayu dan sempat berada di rumah selama lebih kurang 4 hari, dan kondisi kesehatan memburuk saat masuk ke RSUD Sekayu kemudian pukul 18.30 WIB pada Kamis (23/4/2020) meninggal dunia, dari hasil rapid test positif, namun kita tetap masih menunggu hasil swab,”

Berdasarkan protokol kesehatan ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Muba Dr Povi Pada Indarta Sp P.Dr Povi Pada Indarta Menyatakan PDP-26 tersebut memiliki penyakit yang cukup complicated seperti Diabetes Melitus (DM).penyakit jantung.ginjal dan infeksi paru saat dirawat di RS Sekayu dan untuk memastikan hasil Diagnosanya Prinsipnya kita masih menunggu hasil swab utk menkonfirmasi apakah terdeteksi covid 19 atau tidak dan kita wajib tetap mematuhi SOP Protokol kesehatan,” ucapnya.

Lanjutnya, pemakaman yang dilaksanakan pada hari ini kita lakukan juga mematuhi protokol kesehatan dan proses pemakaman akan ditempatkan di pemakaman keluarga. Tetap mengikuti SOP Protokol Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin menghimbau kepada masyarakat Muba tidak perlu panik atas adanya kejadian yang salah satu pasien PDP yang meninggal Dunia semua prosedur yang kita jalankan bersama gugus tugas mengacu kepada protokol kesehatan dan regulasi yang berlaku demi kebaikan kita bersama Dodi mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya PDP-26 Muba dan ia memastikan proses pemakaman tetap akan dilakukan sesuai SOP Protokol Kesehatan. “Meski masih menunggu hasil swab namun pelaksanaan pemakaman akan dilakukan sesuai SOP protokol kesehatan, demi kebaikan kita semua tegasnya.

Lebih lanjut menurut Dr. Abbiyanto. MM., MKes yang berprofesi juga sebagai Dokter ia menyarankan kepada masyarakat agar lebih berhati hati dalam memilih dokter untuk berobat, cari yang pintar bukan yang asal memberikan atau memvonis pasien yang sedikit sedikit dengan diagnose Corona, jadilah dokter yang memotivasi semangat hidup seseorang pasien bukan mematahkan semangat hidup pasien.

Abbiyanto mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel pasien PDP Covid 19 kabupaten musi banyuasin yang satu dan dua dikeluarkan oleh BBLK Palembang tanggal 29 dan 30 April 2020 bahwa pasien PDP antas nama Nizar Abdullah umur 67 tahun dinyatakan Negatif Sars-Cov-2 yang ditanda tangani oleh kepala dinas kesehatan musi banyuasin.

Saya sebagai anak alm dan dari pihak keluarga Ayahanda Drs. H. Nizar.Abdullah, MM merasa terpukul, sedih malu terhadap kejadian yang menimpah keluarga nya terutama pada orang tua ibu saya hingga saat ini merasa terhina terpukul tertekan batin dijauhi oleh keluarga masyarakat atas kejadian yang telah menuding ayahanda 90% positif corona pada malam itu di RSUD sekayu hingga saat pemakaman pihak keluarga pun tidak banyak yang datang dan kami sekeluarga merasa dirugikan malu atas kejadian ini.

Abbiyanto juga menjelaskan ia juga sebagai Dokter sangat paham tentang medis, ada dokter PNS ada juga Dokter kontrak dalam menangani tindakan pasien di RSUD yang baru magang atau pelatihan supaya menempatkan orang-orang professional dan yang aneh lagi pada saat malam kejadian seorang Dokter tidak mengetahui kalau ayahanda telah meninggal dan mengatakan masih hidup.

Semestinya pihak RSUD atau oknum Dokter yang telah menyatakan ayahanda 90% Corona ini meminta maaf pada pihak keluarga dan menjelaskan juga pada publik bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sampel PDP Covid19 diantaranya atas nama alm. Drs. H. Nizar Abdullah.,MM Negatif dan atas kejadian perilaku tindakan Dokter di RSUD saya telah meminta pada teman lembaga guna menuntut balik dan melaporkan atas kejadian yang kami alami kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Menteri Kesehatan terhadap kinerja yang ada, pungkasnya.

 

 

Reporter : Anto

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *