Proyek Pembangunan Drainase Persawahan di wilayah Metro Barat diduga asal jadi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Program pembangunan Draenase di wilayah Metro Barat Kota Metro Provinsi Lampung yang dikerjakan oleh sebagian pekerja dari kelompok tani diduga asal jadi.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga setempat. Jum’at (7/5) kepada wartawan awak media mengatakan, bahwa program kegiatan pekerjaan draenase yang sumber dananya dari APBN Balai Besar,Dinas Pengairan Provinsi Lampung tahun 2019 di sinyalir tidak sesuai bestek.

“Coba lihat, adukan pasir dan semen tidak merata, bahkan kosong batu belah dipasang selapis tidak padat, jika nampak dari atas memang bagus. Bagaimana mau tahan lama, pekerjaan nya asal-asalan,” ungkap salah seorang warga yang tidak ingin inisialnya dipublikasikan.

Senada dengan salah seorang pekerja drainase tersebut yang juga tidak ingin namanya diberitakan mengutarakan, bahwa kegiatan pembangunan.

“Saya hanya pekerja pak,kami dibayar dengan upah perhari 90.000.Sebagian yang bekerja dari kelompok tani.Kalau jumlah nilai seluruhnya pekerjaan kami tidak tau.Silahkan temui pak Alimin sebagai ketua P3A dia pasti tau,” ujarnya.

Atas penjelasan pekerja tersebut, kemudian awak media menemui Alimin sebagai ketua P3A sekaligus pengawas serta penanggung jawab pekerjaan.Namun setelah ditemui,Alimin justru enggan menemui dan bersembunyi untuk menghindari awak media. Pada akhirnya anak (Iwan) dan saudara Alimin yang menemui awak media mengatakan spesipikasi pekerjaan drainase tersebut.

“Memang benar pak Alimin ketua P3A dan sekaligus mengawasi proyek pembangunan drainase untuk persawahan di Metro Barat.Pekerjaan dranase yang dikerjakan sepenjang 300 meter pak.Tapi bapak saya sedang tidak ada dirumah,” ungkap iwan.

Di duga ada indikasi permainan dalam penggerjaan proyek pembuatan saluran drainase yang saat ini berjalan.Terlihat dilokasi pekerjaan tanpa plang nama yang menjelaskan secara terperinci nilai jumlah pekerjaan serta ketua P3A tidak mau temui awak media.

Sehingga pihak pengawas (Ketua P3A) dan Dinas Pengairan (Balai Besar), agar lebih leluasa bermain dalam penggerjaan saluran drainase tersebut. Sehingga masyarakat kota Metro dan awak media tidak dapat mengetahui Nilai kontrak yang di berikan serta masa pelaksanaan dan masa penggerjanan akhir di tetapkan yang oleh Dinas Pengairan.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *