Cari uang yang hilang, Muhaimin temukan tulang belulang manusia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Ditemukannya tulang belulang manusia di kolong Jembatan Cibama pada hari Jumat, (8/5) sekitaran pukul membuat heboh masyarakat Kp. Karya Jadi, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang Banten.

Informasi yang dapat dihimpun oleh awak media dari Muhaimin yang beralamat Kp. Kaduparasi, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran sebagai saksi pertama penemuan mayat ini, Muhaimin merasa kaget dan bingung.

“Saat itu saya menuju ke bawah Jembatan Cibama pak, dengan tujuan mencari uang milik saudara saya yang hilang dibawah Jembatan Cibama,” papar Muhaimin.

Namun setelah saya mencari beberapa lama, uang tersebut tidak saya temukan, tetapi saya justru menemukan mayat yang sudah mengering, tinggal tulang belulang, tepatnya di bawah Jembatan Cibama itu, terangnya.

Tambahnya, dengan perasaan kaget melihat kejadian tersebut saya langsung pulang untuk memberitahukan kepada saudara Ali bahwa di kolong Jembatan ada tengkorak yang diduga tengkorak manusia dan meminta bantuan kepada warga untuk memastikan adanya mayat di bawah jembatan Cibama.

Setelah tiba ditempat kejadian saya bersama warga melihat dan memastikan betul ada sosok mayat di bawah Jembatan Cibama selanjutnya melaporkan penemuan mayat tersebut kepada pihak kepolisian sektor pagelaran.

AKP Subagyono selaku Kapolsek Pagelaran ke Mitrapol.com membenarkan adanya penemuan mayat oleh warga di bawah Jembatan Cibama. Saptu (09/05/2020).

Yah betul ada penemuan sesosok mayat Manusia yang sudah tinggal tulang-belulang atas penemuan warga dibawah jembatan, saya beserta anggota Polsek Pagelaran terjun ke TKP dan langsung melaporkan ke Polres Pandeglang (Tim Inafis Polres Pandeglang), tambah Kapolsek.

Pada pukul 21:00 Wib Unit Inafis Polres Pandeglang langsung menuju keTKP,selanjutnya bersama Tim Medis UPT Puskesmas Pagelaran melakukan pemeriksaan terhadap mayat yang ditemukan.

Adapun hasil pemeriksaan mayat tersebut diperkirakan sudah meninggal hampir 4 mingguan, berjenis kelamin laki-laki. Dan diperkirakan mayat tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa.

Kemungkinan Orang tersebut meninggal karena kelaparan karena tidak makan serta kedinginan dimana beberapa hari kebelakangan ini di wilayah Kecamatan Pagelaran diguyur hujan.

Hasil kesepakatan dan musyawarah bersama warga, mayat tersebut akhirnya di makamkan di sekitar TKP, tutup AKP Subagyono.

 

 

Reporter : Royen Siregar.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *