Dugaan monopoli program BPNT, Kadinsos Pandeglang : Maaf lagi fokus tangani bansos Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Adanya dugaan monopoli dalam penyaluran program BPNT yang dilakukan oleh PT. APA selaku Suplayer sehingga menimbulkan kerugian bagi KPM membuat masyarakat bingung.

Saat Mitrapol.com mengkonfirmasi apa, dan seperti apa tindakan dari Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang dengan adanya dugaan monopoli dalam pendistribusian program BPNT oleh PT. APA sebagai Suplier dan diduga telah melakukan monopoli hingga 50 persen wilayah, Kadinsos Pandeglang hanya menjawaban lagi fokus menangani Cobid-19.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, H. Nuriah, S.KM, M.Si, ke Mitrapol.com melalui chat whatsapnya dengan singkat mengatakan “Maap saat ini lagi konsen Penanganan Bansos Covid 19, dan kosentrasi satu-satu,” tulisnya Saptu, (9/5).

Dengan jawaban dari Kadinsos Pandeglang seperti itu, tidak terlihat ada masalah apa yang dialami oleh KPM, Program BPNT yang sudah dikucurkan sebelum-sebelumnya dan pendistribusian selanjutnya.

Dari Prinsip 6T yang menjadi perhatian penuh masyarakat yaitu Tepat Harga, Tepat Sasaran dan Tepat Kualitas.Namun,sangat berbeda ketika ditemukan dilapangan bahwa yang dialami oleh para KPM dikecamatan Carita, diduga tidak tepat harga dengan perhitungan kalkulasi harga pasaran hilangnya uang para KPM diwilayah kecamatan Carita,Kabupaten Pandeglang Banten sejumlah Rp.35.000.

Dengan kondisi yang sangat jelas bahwa yang dirugikan adalah KPM, dan menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan di mata publik, apakah PT. APA sebagai Suplayer Program BPNT sudah sesuai Pedoman Umum (Pedum) tentang program sembako tersebut ? dan kenapa Kadinsos Pandeglang belum bertindak dan seakan membiarkannya dengan alasan lagi fokus untuk Bansos Covid-19?.

Bilamana dalam kegiatannya, PT. APA terbukti diduga melakukan monopoli perdagangan, tentunya hal ini melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Namun hal itu belum bisa memberikan kepastian dan sampai kapan KPM akan dirugikan oleh Suplier,sedangkan Kadinsosnya saja lagi fokus dalam penanganan Bansos Covid-19,pendistribusiannya tiap bulan,akankah para KPM seterusnya akan dirugikan?

Abdul Azis selaku ketua DPP Lembaga Barakuda ke Mitrapol.com melalui telepon whatshapnya menanggapi hal ini harus segera ditindak lanjuti, dari menu-menu apa yang disediakan oleh Suplier.

“Apakah itu sudah sesuai pedum, dagingnya seperti apa, telornya serti apa, tahu dan tempenya itu semua harus diperhatikan oleh pihak Dinsosnya,” tegas Abdul Azis

Ada dua jenis telur, apakah dia telur putih atau telur Omega, daging Ayamnya apakah yang 25 hari atau yang 35 hari, tahu tempenya seperti apa dulu, untuk Vitaminnya seperti apa ?, terangnya.

Sudah sangat jelas apa rincian komoditas bahan pangan yang ditambah oleh Kemensos adalah sumber karbohidrat berupa beras atau bahan pangan lokal lain seperti jagung dan sagu.

Sumber protein hewani berupa telur, ayam, dan ikan segar. Sumber protein nabati berupa kacang-kacangan, termasuk tempe dan tahu. Ada pula sumber vitamin dan mineral berupa sayur mayur, dan buah-buahan, imbuhnya.

 

 

Reporter : R. Siregar.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *