Hearing dengan anggota dewan, Direktur RSUD Nunukan dicecar pertanyaan soal penanganan Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Dokter Dulman selaku Direktur Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan bahwa sejak bulan Maret hingga Mei 2020 RSUD itu sudah mendapat kiriman dari tim Covid-19 lapangan sebanyak 36 orang Pasien.

“Jadi sekarang yang kita disiapkan di rumah sakit itu ada 8 dokter spesialis ini khusus untuk penanganan Covid-19.

Kemudian dokter umum itu 7 orang kemudian perawat dan bidan yang menangani itu ada 28 orang dan petugas cleaning service itu taruh 4 orang ada 2 gedung yang kami pakai selama penanganan Covid-19.

Kita juga menyiapkan dua gedung pertama itu dengan kapasitas 5 unit bed sekarang terisi 11 pasien.

Lanjud Dokter Dulman kemudian dilengkapi dengan ruangan anter room kemudian kita taruh Televisi parabola dan wifi segala macam tujuannya supaya pasien tidak jenuh didalam ini terkait mental pasien, Kemudian alat alat kesehatan kita lengkapi itu untuk gedung pertama.

Kemudian untuk pasien positif kita memerlukan lagi gedung, jadi kita ambil gedung untuk pemeriksaan calon tenaga kerja itu ada 2 lantai, lantai pertama terdiri dari 12 bed untuk pasien yang terdampak Covid-19.

 

Kita siapkan yang positif 3 bed itu khusus bagi mereka yang terkomplikasi, jika ada komplikasi yang kita lihat di tv yang tidak bisa bernafas nah itu sudah kita siapkan sarana dan prasarananya.

Kemudian dilengkapi juga dengan tv kabel wifi dan sebagainya supaya merentang tampak Covid-19 ini tidak merasa jenuh.

Kemudian untuk lantai 2 itu kita siapkan 22 bed lengkap juga seperti dengan yang di lantai 1 dan dilengkapi juga dengan musholla.

Masalah Alat Pelindung Diri (APD) memang awal awal penanganan covid 19 ini mamang kita kesulitan APD karna pabrik itu mengirimkan ke china kenapa ada yang ditangkap karna ada yang melakukan penimbunan dan sebagainya.

“Tapi yang alhamdulillah sekarang APD itu sudah luar biasa banyak jadi khusus untuk rumah sakit tidak ada kendala untuk APD.”

Perlu saya jelaskan bahwa hari Sabtu 02/05/2020 anggota DPRD Provinsi melihat secara langsung Penaganan penyakit Virus Covid-19 dewan Propensi Kaltara mengatakan apa saja dibutuhkan? Saya bilang saya tidak butuhkan APD karna APD itu sudah lebih dari cukup, belikan saja air mineral susu beruang vitamin dan sebagainya untuk perawat dan pasien pasien.

Alat Pelindung Diri (APD) itu tidak menjadi kendala lagi kalaupun ada diluar bilang APD kurang itu tidak benar karna saya langsung ambil dari gudang kata Dulam dihadapan anggota DPRD nunukan saat Hering Rapat dengar Pendapat yang berlangsung diruangan Rapat Ambalat DPRD nunukan.

Dulman menjelaskan kepada anggota Dewan Nunukan bahwa umlah pasien sekarang itu ada 36 Orang jadi memang sudah ada yang dilakukan pemeriksaan swap dan ada 3 orang yang negatif pemeriksaan awalnya tapi itu swap pertama untuk itu kita belum tau apakah dia sudah sembuh atau belum itu harus 2 kali swap negatif dan kita harus tetapkan demikian.

Diakui dokter Dulman selaku di Rektur Rsud nunukan Memang kita terkendala sebenarnya penanganan covid di nunukan untuk dari sisi medis beratnya itu pemeriksaan swap terlalu lama lama karena satu satunya di indonesia timur hanya disurabaya.

Sudah seharusnya Negara dan pemerintah kaltim dan kaltara punya Laboratorium SWAP kalau begini terus kapan wilayah kalimantan punya SWA kalau tidak sedini mungkin diusahakan

apalagi di beberapa daerah itu sudah ada PSBB sehingga pengiriman swap itu terkendala karna harus melalui laut dan udara idealnya ketika hari itu pemeriksaan swap hari itu juga diperiksa atau minimalnya itu 2 hari tapi ternyata kita lama itulah kendala kita diperbatasan.

Karna laboratorium Swap hanya dua saja tempat yang ditunjuk yaitu jakarta dan surabaya, tapi sekarang inikan sudah banyak tapi memang kendalanya disitu meskipun ada tapi kalau transportasi juga jadi kendala ini juga harus disuarahkan anggota DPRD kabupaten Kota DPRD Propensi bersama DPR dan DPD.RI, begitu juga para bupati walikota dan gubernur semua bersatu dan kompak yakin Presiden akan Meresponya kata Dulman di hadapan komisi III anggota DPRD nunukan yang di Pimpin oleh Hj.leppa.

Lanjud di Rektur Rsud satu satunya dokter specialis kandungan dinunukan mengatakan Insyak Allah Kalimantan Utara Punya SWAP kemunkinan di Kota Tarakan melakukan VCR akan lebih mudah lagi kita dalam penanganan Virus Covid-19 dan lainya.

Lanjud dulman trimakasi kepada anggota dewan yang terhormat mengenai Obat- obatan dirumah sakit yang anghota Dewan Tanyaka cukup apalagi kalau hanya penaganan covid-19 selalu ada dan kita melakukan perawatan intensif disiplin agar pasien cepat sembuh.

Kalau pasien yang sudah terkonfirmasi pastikan dirumah sakit rujukan apalagi kalau ada keluhan, kita memberikan beberapa jenis obat ada yang khusus membuat virus membelah diri fungsinya Kemudian ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lanjud Dulman bahwa da 6 jenis obat dalam 1 paket, mudah mudahan semua sehat dan bisa berkumpul dengan keluarganya masing masing.

Kemudian masalah SOP Rebid, yang jelas yang kita lakukan sesuai dengan Standar Operasional yang sudah dikeluarkan oleh direktorat tentang pencegahan dan penanganan infeksi itu sudah kita lakukan.

Kemudian yang ditanyakan masalah tentang dinas kesehatan dengan Rumah sakit umum (rsu)?

Lanjut Dulman selaku direktur Rumah sakit bahwa Hubungan kami baik- baik saja alhamdulillah dalam penanganan covid ini karna kami masuk dalam tim gugus tugas dinas kesehatan dan rumah sakit itu saling memberikan informasi.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *