Kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin, Zuraida dan Jepri pernah dua kali datang ke rumah saksi Rini

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin kembali digelar secara teleconfence (online) dengan agenda mendengar keterangan empat saksi, dua diantaranya Rini Siregar dan Muhammad Ivan, Ibu dan abang terdakwa Reza Pahlevi.

Menjawab pertanyaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Parada Situmorang dkk, Rini Siregar yang juga ibu tiri Jefri mengatakan, Zuraida Hanum (ZH) pernah datang sebanyak dua kali ke rumahnya bersama Jepri.

“Ada dua kali si Jepri membawa Zuraidah  ke rumah kami. Saat datang saya sajikan makanan, sesudah itu saya tinggalkan mereka berdua,” urai Rini Siregar dalam persidangan di ruang Cakra 8 PN Medan, Jumat (8/5/2020).

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik menanyakan apakah saksi Rini menanyakan tentang status  Zuraida. Dijawab Rini, pernah menanyakan kepada Jepri tentang Zuraida.

Jepri mengaku kalau Zuraida memang istri orang. Saat itu, Rini mengingatkan Jepri agar hati-hati, karena wanita yang dibawanya itu istri orang. Lalu waktu itu Jepri mengatakan ‘Iya Mak’.

Sementara itu, anggota majelis hakim sempat bertanya tentang hubungan Rini dengan Jepri. Dijelaskannya, Jepri adalah anak tirinya, dimana sewaktu menikah dengan Khairil Anwar telah punya anak dua yakni Jepri dan Feby.

Sedangkan dari pernikahan dengan Khairil Anwar, dikarunai tiga orang anak, yakni Ivan, Reza dan Iqbal. Jadi antara Jepri dengan anak-anaknya satu ayah lain ibu, papar Rini.

Rini mengakui, anak kandung dan anak tirinya, sangat kompak dan saling membantu. Bahkan si Jepri sering berkunjung ke rumahnya.

“Tidak ada hal yang aneh, karena dari dulu mereka memang kompak,” ucapnya.

Sementara itu, Ivan juga menyatakan tak jauh berbeda dengan ibunya Rini, yang menyebutkan Jepri sering datang ke rumah dan menitipkan satu unit Honda Vario, “Jadi siapa saja boleh pakai, saya, Reza maupun Iqbal,” ucapnya.

Lebih lanjut JPU menanyakan, apakah saksi merasa curiga saat mendengar kabar ada Hakim yang meninggal dan Zuraida beberapa kali tampil di televisi.

Saksi Rini menjawab, tidak ada menaruh curiga, namun ia sempat bertanya kepada Jepri, apa yang tampil di TV ini adalah perempuan yang pernah datang ke rumah. Jefri menjawab datar, “iya mak !”

Sementara saksi Abdul Hadi dalam keterangannya membenarkan, Zuraida pernah beberapa kali datang ke kompleks Graha Johor.

Sedangkan Jepri, papar saksi, sudah sering berkunjung ke rumah Feby. “Sering ke rumah Feby, karena dari informasi pembantu rumah Feby, keduanya kakak beradik,” ujarnya.

Namun yang paling diingat Abdul Hadi, saat tanggal 28 November 2019, sekira pukul 18.30, terlihat jelas mobil Camry yang dikemudikan Zuraida Hanum memasuki kompleks Graha Johor dan berhenti di depan rumah Feby dan langsung mengajak  Jepri dan Reza.

Sementara itu, Agustine Munthe penjual minyak eceran membenarkan kalau ia melihat wajah terdakwa Reza saat membeli minyak bensin di warung miliknya.

“Benar pak hakim, waktu itu dia memang beli minyak. Selain dia, ada mobil yang berhenti tak jauh dari kereta Reza,” ungkap Agus sembari menegaskan tidak melihat nomor plat polisi dengan alasan tidak fokus karena mengisi bensin.

Sesuai dakwaan, Zuraida Hanum (41), M. Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M.Reza  Fahlevi (29), ketiganya merupakan terdakwa dugaan pebunuhan hakim Jamaluddin yang
didakwa dengan berkas terpisah.

Semula Zuraida Hanum yang notabebe isteri korban menyampaikan keluhannya kepada teman dekatnya Jefri Pratama, tentang sifat korban yang kasar serta memiliki wanita lain.

Keduanya pun sepakat untuk membunuh korban. Kemudian, terdakwa Jefri menghubungi terdakwa Reza untuk membantu.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, terdakwa Zuraida menjemput Jefri  dan Reza dengan menggunakan mobil Camry. Kemudian keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Medan.

Selanjutnya, saat korban tidur, kira- kira pukul 01.00 Wib dinihari, Zuraida miscall Jefri dan Reza agar turun ke kamar korban. Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban dan menutup wajah korban dengan bantal.  Reza ikut membantu, sedangkan Zuraida memegang kaki korban.

Selang beberapa lama korban pun tewas. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuang mayat korban di Perladangan Kebun Sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang.

Perbuatan para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 340 atau 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1,2 KUHPidana.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *