LASKAR desak Polda Aceh segera minta hasil audit OJK terkait dugaan bobolnya Bank Aceh Syariah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) sangat mendukung langkah POLDA Aceh melalui bidang Krimsusnya yang membedah dugaan pembobolan Bank Aceh Syariah terkait pencairan kredit Rp. 83 Milyar oleh PT.Bank Aceh Syariah (BAS) kepada Makmur Budiman.

LASKAR meminta kepada penyidik POLDA Aceh untuk lebih “intensif” mendalami dan mendapatkan bukti-bukti yang lebih kuat lagi yaitu hasil audit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh dan hasil lelang perusahaan yang “tercium” khabar hanya senilai 27 Milyaran untuk bangunan dan tanah tersebut, yang dijadikan anggunan terhadap jaminan “kucuran” kepada Makmur Budiman itu ucap LASKAR.

LASKAR berpendapat jika dugaan kasus ini segera dapat di tuntaskan agar jangan menjadi fitnah dan issue yang tidak baik terhadap Pihak POLDA Aceh dan semua orang yang terkait dalam hal ini, ungkapnya.

LASKAR juga menyarankan jika Pihak POLDA Aceh harus mengecek harga tanah kiri dan kanan serta muka dan belakang harga tanah yang berada berdekatan dari obyek permasalahan tersebut untuk mendapatkat harga pasar yang sebenarnya bahkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada saat tahun tersebut di lakukan penilaian terhadap aset tanah itu, dan untuk bangunan itu tersebut sebaiknya Penyidik POLDA Aceh menghitung kembali melalui konsultan yang independen agar dapat mengeluarkan angka yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum nantinya.

LASKAR meminta kepada penyidik POLDA Aceh agar memeriksa lebih jauh lagi atas “keterlibatan” kepala kredit pencairan dan kepala Bank Aceh terkait hal tersebut jangan karena ada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) mereka serasa mau “buang badan” terhadap permasalahan itu, tegasnya.

Teuku Indra selaku Ketua Umum LASKAR merasa ada yang sangat “janggal” dalam permasalahan pencairan kredit Bank Aceh Syariah tersebut dikarenakan juga telah beredar khabar sebelumnya jika pengajuan kredit tersebut pernah di ajukan kepada Bank BRI akan tetapi di tolak karena tidak masuk dalam hitungan penilaian asset tersebut ucapnya.

Masih ucap Ketum LASKAR penyidik dapat menelusuri issue yang beredar di masyarakat terhadap hal tersebut mengenai kebenarannya tutup Ketum LASKAR.

Sehebat Apakah Management Bank Aceh Syariah “berkelit” dalam Hal ini…???

Dapatkah POLDA Aceh membuktikan kemampuannya mengungkap hal “besar” dan membuat heboh seantero Aceh ini…???

Akankah Pihak KAJATI Aceh Siap mendukung “Full” terhadap kinerja POLDA Aceh terhadap permasalahan ini…???

Ahli Perbankan Syariah versus Ahli Hukum…???

Kita tunggu akhir dari cerita ini semua….

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *