BPJN XIV : Perbaikan darurat Jembatan Samalera selesai dan bisa dilalui kembali

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Ditjen Bina Marga melaksanakan penanganan darurat oprit Jembatan Sungai Samalera yang terletak di Kabupaten Poso Km 180+200 dari kota Palu mengalami kerusakan/gerusan yang disebabkan turunnya hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Satriyo Utomo mengatakan, Pada tgl 1 Mei 2020 Jam 19.30 Wita terjadi hujan ringan disusul hujan lebat pada lokasi desa maranda poso pesisir utara kec. Tambarana kab. Poso. Pada sekitar pukul 23.00 Wita terjadi hujan dengan intensitas lebat yg mengakibatkan sungai samalera di KM. 180+200 banjir. Pada tgl 2 Mei 2020 sekitar jam 02.00 Wita terjadi gerusan/scoring pada pasangan batu oprit jembatan samalera sisi arah poso yang mengakibatkan putusnya arus lalu lintas dari dua arah palu menuju poso.

“Penanganan sementara dilakukan penimbunan oprit jembatan sisi arah poso dengan panjang 7,5 m, lebar 7 m dan tinggi 6 meter dan dilakukan pemasangan bronjong meredam arus aliran dan untuk mengelakkan aliran agar tidak masuk pada timbunan oprit tersebut karena untuk lebih cepat dan aman penanganan maka kami timbun dengan urugan sirtu”, jelas Satriyo dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Jembatan Samalera sudah fungsional pada tanggal 2 Mei 2020 jam 17.15 Wita. (Foto : Humas BPJN XIV)

Lanjut Satriyo, BPJN XIV Palu yang berupaya untuk bertindak cepat dan tepat. Kini jembatan tersebut sudah dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan dari dua arah baik dari arah Kabupaten Poso maupun dari arah Kabupaten Parigi dengan memperhatikan berat muatan kendaraan, tutup satriyo.

Amin Hamid Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Sulteng mengatakan, “Penanganan darurat sifatnya sementara dalam rangka memperlancar arus lalu lintas/arus barang pada ruas jalan tersebut.

“Pada prinsipnya arus lalu lintas dpt dilalui kendaraan dgn beban sesuai kelas jalan yg ada. Untuk penanganan permanen akan dilakukan kajian/design secara detail dengan mempertimbangkan faktor faktor teknis khususnya kondisi aliran sungai yg bekerjasama dgn pihak Balai Wilayah Sungai. Hasil Desain akan dilakukan penyusaian pada paket kontrak yang sementara dalam tahapan Revisi Dipa. Alokasi penanganan darurat diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” jelas Amin.

 

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *