Data penerima bansos Desa Cicaringin Gunungkencana banyak kesalahan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Data penerima Bantuan Sosial (bansos) terdampak Covid -19 senilai Rp 600.000 yang sedianya dibagikan di kantor Pos untuk warga Desa Cicaringin, Kecamatan Gunungkencana Lebak dinilai salah dan tidak tepat sasaran.

Selain itu, banyak data yang tidak sesuai, karena nama-nama tersebut tidak ada di Desa setempat.

Hal itu, dikatakan Sekretaris Desa Cicaringin Ano Murtono Minggu (10/5).

Dicontohkan Ano, ada beberapa warga dengan nama Mistar dan Panca dan masih banyak lagi, padahal kata Ano nama-nama tersebut tidak terdata atau tidak berdomisili di Desa Cicaringin.

“Kami pusing kok muncul nama-nama warga yang tidak diajukan oleh desa, apakah TKSK nya tidak bekerja dengan baik apa kesalahan di Dinsos, banyak sekali nama-nama warga yang tidak dikenal dan tidak berdomisili di Cicaringin,” ungkap Ano kepada Mitrapol.com. via WhatUp

Lanjutnya, padahal, data yang diusulkan pihak Desa sudah lengkap seperti, foto copy Katu Tanda Penduduk bahkan berkasnya pun dilampiri soft failnya.

” Mudah mudahan secepatnya ada perbaikan karena ini menyangkut masyarakat,” ujarnya

Disebutkan Ano, apa yang dialami Desanya juga sepertinya dialami desa lainya dan mungkin tidak sebanyak desa Cicaringin.

“Banyak sekali nama-nama yang salah, hari ini kami akan memperbaiki bersama Prades dan TKSK,” katanya lagi.

Sementara Itu,Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jaya menanggapi biasa-biasa saja, karena menurutnya itu bisa diperbaiki dengan cepat.

“Gampang bisa diperbaiki lagi dan secepatnya operator Desa,” kata Jaya di kediamanya.

Dijelaskan Jaya, pihak Desa melalui Sekdes sudah diingatkan untuk lebih hati-hati dalam masalah data untuk mengecek kembali.

“Saya sudah ketemu saudara Ano dan mengingatkan untuk mengecek lagi data-data penerima bantuan, tapi seprtinya tidak diindahkan, untuk kesalahan data tenang saja sekarang kan sudah Online, tidak banyak kesalahan paling sekitar 20 orang,” katanya enteng.

Dilain pihak Plt. Camat Gunungkencana, Sardi belum bisa dimintai pendapatnya. Mitrapol mencoba menghubungi via telepon tapi tidak aktif.

 

 

Reporter : YA

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *