Berkas lengkap, Polres Halteng serahkan Fahris Abdullah ke Jaksa

  • Whatsapp
Anggota DPRD Halmahera Tengah, Fahris Abdullah.

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Fahris Abdullah (40), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), sebagai tersangka dugaan kasus penganiayaan kepada Lima orang warga Buli Sarani dinyatakan lengkap (Tahap II).

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Halteng, AKBP Nico Setiawan, kepada Kasat Reskrim, IPTU Effan Sulaiman.

Dijelaskan, Fahris bersama sejumlah barang bukti (BB) telah di serahkan ke Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah, Senin (11/5/2020) pukul 11.30 wit.

“Berkas kasus Fahris sudah Tahap II (dua). Hari ini kami telah melakukan pelimpahan tersangka (Fahris) dan barang bukti tindak pidana penganiayaan ke Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah,” kata Effan.

“Penganiayaan yang dilakukan Fahris tertuang dalam dalam Rumusan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana,” sambung Kasat.

Untuk diketahui, Lima nelayan yang dianiaya Fahris adalah Yoab Pareda (36), Fiktor Maulana (49), Jemi Sihur (47), Yoksan Musaling (51) dan Noferson Musaling (31).

Mereka dianiaya oleh Fahris pada hari Selasa tanggal 19 Juni 2018, berkisar pukul 11.00 wit di Pulau Sayafi.

Penganiayaan yang dilakukan oleh mantan Wakil Ketua I DPRD Halteng itu terjadi di Pulau Sayafi. Pada saat itu, para korban sedang mamancing.

Fahris menduga ke Lima pria asal Halmahera Timur tersebut telah melakukan aktifitas Illegal Fishing.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *