Kunjungan Kerja DPRD Pemalang, BUM Desa dipertanyakan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pemalang – Rombongan anggota DPRD Pemalang adalah Nurkholis (F-PKS), Kasminto, SH (F-PPP), Suyuti, SH (F-PDIP) yang di dampingi oleh tiga orang dari sekwan melakukan kunjungan kerja di beberapa desa di kecamatan ulujami, pemalang. Kemarin (senin, 11/05/2020).

Desa yang dikunjungi DPRD Komisi A adalah Desa Samong, Desa Kaliprau, dan Desa Pamutih.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Salah satu permasalahan BUMDesa ditemukan di Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami, Pemalang.

Nurkholis, anggota DPRD Pemalang dari fraksi PKS mengungkapkan, berdasarkan masukan dari masyarakat bahwa problem di pemerintah desa butuh perhatian, khususnya di BUMDesa.

“Alhamdulillaah kunjungan kerja DPRD Pemalang berjalan lancar, kunjungan kerja ini dalam rangka monitoring terkait penanganan wabah Covid 19, masalah BUMDes, dan mendengarkan masukan-masukan lain yang menjadi problem desa,” ungkap Nurkholis.

Menurut Nurkholis, terkait masalah BUMDesa sangat normatif. Salah satunya terjadi di Desa Pamutih.

“Bahwa Bumdes masa pemerintahan sebelumnya tidak berkembang dan cenderung tidak menghasilkan profit. Ini yg mendasari Bu kades untuk mencari SDM dan formula yg tepat agar Bumdes di era nya bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari Purwati, Kepala Desa Pamutih, bahwa kondisi BUMDes saat ini belum jalan dan masih dalam tahap perencanaan mencari SDM yang cocok untuk mengelolanya.

Saat ditanya, kapan BUMDes akan dibentuk kembali. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dan kepastian.

Berdasarkan informasi yang digali oleh jurnalis mitrapol. Pada pemerintahan desa sebelumnya, Desa Pamutih memiliki BUMDesa bernama Sumber Pangan.

BUMDes sumber pangan saat berdirinya mendapatkan modal yang terbilang cukup besar dari pemerintah desa untuk dipergunakan jual beli pupuk pertanian untuk warga desa pamutih.

Dalam perjalanannya, BUMDesa sumber pangan tidak mendapatkan profit dari penjualan pupuk dan cenderung rugi.

Direktur BUMDes sumber pangan saat dikonfirmasi, tidak banyak memberikan keterangan mengenai pengelolaannya.

 

Reporter : Rizqon Arifiyandi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *