Pengembalian sembako oleh masyarakat adat, Ketua LSM Wgab Papua angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Keerom Papua – Ketua LSM Wgab Provinsi Papua, Yerry,Basri Mak SH angkat bicara terkait masyarakat Adat Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Keerom, Provinsi Papua yang mengembalikan paket sembako yang dibagikan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Kabupaten Keerom beberapa waktu lalu kepada Dewan Adat. Senin,(11/05/2020).

Yerry mengatakan pengembalian paket sembako oleh masyarakat Adat OAP yang berasal dari Distrik Arso Tengah dan Distrik Arso Timur, kepada Dewan Adat Keerom tersebut karena, Beras sebanyak 20 Kg yang dibagikan Bupati itu kualitasnya kurang bagus, tidak seperti kualitas beras yang dibagikan pemerintah kampung,

Beras 20 Kg itu tidak cukup untuk hidup selama tiga bulan, ditambah susu 2 renteng, gula 2 Kg, minyak goreng 2 Kg dan yang lainnya, apalagi jumlah satu keluarga mencapai sepuluh orang, seharusnya minimal 60 Kg beras itu baru cukup.

Keluhan masyarakat mengenai jumlah paket sembako yang diperuntukkan untuk hidup selama tiga bulan dinilai tidak cukup, kata Yerry

Lanjut Yerry ditambah masyarakat juga tersinggung karena masyarakat telah melihat dimedsos (media sosial) dalam bentuk facebook (fb) adanya postingan Juru Bicara Bupati yang dinilai melecehkan OAP di Keerom

Yang mana isi postingannya menyebutkan nama masyarakat Keerom oleh Juru Bicara Bupati dalam postingannya bahwa “jangan sedih !! untuk apa kami bersedih, ini negeri kami, dan untuk Wabah Covid-19 ini bukan cuma kami tapi semua dinegeri ini merasakan dampaknya, jangan sampai ada unsur SARA terulang di Keerom.

Yerry berharap apa yang masyarakat sampaikan hari ini bisa ditindaklanjuti, karena saya juga berdarah Keerom dari ibu saya yang bermarga Suwo dari Suku Waris.

Yerry menambahkan, kasihan masyarakat dalam pendemi Covid-19 ini, masyarakat sangat membutuhkan sembako untuk memenuhi kehidupan mereka, karena mereka sudah disuruh di rumah saja, dan tidak boleh beraktifitas diluar rumah untuk memutuskan mata rantai Virus Corona Atau Covid-19,

Jadi pembagian sembako sangat di butuhkan sekali oleh masyarakat dibeberapa kampung Keerom.

Ketua Lsm Wgab Papua berharap Kapolda Papua dan Kejati untuk turun cek, karena isu sementara yang kami dengar dana untuk Covid-19 ini sebanyak 50 M tapi masi ada persoalan di sembako yang dibagikan dan meminta jubir Bupati Keerom agar Kapolda Papua harus turun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, ucap Yerry

“Saya mendengar semua OAP dan masyarakat Nusantara di Keerom, Dewan Adat siap memimpin untuk menduduki Kantor Bupati Keerom guna mempertanyakan dana 50 M dan 50 ribu Masker gratis, termasuk dana yang lainnya dari Provinsi,” ungkapnya

“Sekali lagi saya Yerry Basri Mak,SH selaku Ketua LSM Wgab Provinsi Papua akan mengusut terus dan mendukung penuh masyarakat baik OAP maupun Nusantara untuk mendorong masalah ini, karena bagi saya hal tersebut merupakan hak hidup bersama di Kabupaten Keerom dan tidak boleh ada penyimpangan dengan sumbangan dari pemerintah dalam menghadapi pendemi Covid-19,” tutup Yerry

 

 

(Adm)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *