Sebanyak 165 WNI dipulangkan pihak Malaysia ke Nunukan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Drs.Iskabdar Abdullah atas nama kepala Perwakilan Republik Tawau-Indonesia telah memulangkan sebanyak 165 Orang warga Negara indonesia (WNI) mereka tertahan saat terjebak saat pemberlakuan lockdown jadi mereka mendatangi Konsulat di Tawau dan ditampung.

Dalam rangka mengatur kepulangan Warga Negara Indonesia Pelawat yang terkandas diwilayah kerja konsulat Republik Indonesia di Tawau akibat MCO/PKP nama nama ini telah mendaftar di KRI.

Berdasarkan Protokol Kesehatan Pemerintah Republik Indonesia kepulangan Warga Indonesia (WNI) dari luar negeri karena hal khusus disyaratkan untuk memperoleh salah satu Dokumen, harus memperoleh surat keterangan hasil Negatif Covid-19 berdasarkan Tes Pcr. Tes Uji Cepat (Rapid Test. Harus memperoleh surat keterangan Sehat dari dinas Kesehatan, Rumah Sakit setempat atau klinik kesehatan.

Nama nama warga Negara Indonesia yang telah disetujui kepulangannya melalui Pelabuhan Tawau ke nunukan selama masa MCO/PKP oleh kerajaan dinegeri Sabah.

Bagi mereka yang menweuakan perjalanan mau ke Sulawesi akan di upayakan pada saat kedatangan di Nunukan langsung ditumpangkan ke Km Tahlia salah satu kapal Fery Tujuan Pare – Pare dan berdasarkan informasi diperoleh Konsulat Repblik indonesia di Tawau dari otoritas dinunukan bahwa kemungkinan harga tiket kapal fery tersebut akan lebih mahal dari harga tiket biasa karena jumlah penumpang lebih banyaj dari pada Yang biasanya Dan bagi mereka yang tujuanya kekaltara Ternasuk bagi warga nunukan dan kaltim, maka pemerintah daerah mewajibkan untuk melakukan karangtina Mandiri di tempatkan di dua Hotel belum tau nama hotelnya , mengingat dengan tidak adanya tranportasi lanjutan yang beroperasi.

Menurut dokter barulla selaku kepala karantina pelabuhan nunukan bahwa dari 165 Warga Negara Indonesia (WNI) mereka harus melalui Rapid Test, tidak ada jaminan bahwa 165 WNI yang dikirim oleh pihak kerajaan malaysia harus mengikuti protokol kesehatan yakni setiap masuk pelabuhan Nunukan harus mengikuti aturan salah satunya harus Rapid Tes atau thermo scaner setelag itu meteka diberikan kartu kewaspadaan (Health Alert Card) kata Barulla kepada wartawan. (Yuspal)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *