BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika bayarkan klaim sebesar Rp49 miliar

  • Whatsapp
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Mimika, Dedi Mulyadi.

MITRAPOL.com, Timika – Sejak diaktifkan pada tanggal Januari lalu sebagai imbas dari peredaran virus Corona atau Covid-19, Protokol Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik), BPJS Ketenagakerjaan Mimika menerima reaksi positif dari masyarakat pekerja yang ada di Mimika.

Hal ini karena prosedur layanan klaim termasuk JHT yang sebelumnya mengharuskan peserta hadir dan membawa dokumen asli ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kini dapat dilakukan sepenuhnya melalui online atau daring (dalam jaringan).

Tentu dapat dimanfaatkan oleh pekerja yang ada di Kabupaten Mimika dan terdaftar sebagai peserta kini bisa melakukan klaim dari rumah, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Pekerja yang ingin melakukan klaim bisa di diakses melalui situs resmi antrian online yakni, antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Dedy menerangkan, terhitung sejak tanggal 1 Januari hingga 12 April 2020, BPJS Ketenagakerjaan Mimika telah melakukan pembayaran atau merealisasi jumlah klaim sebesar Rp. 49.834.494.266.39.- kepada peserta,” kata Dedy Mulyadi selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Mimika, Papua. di Timika, Jumat, (15/5/2020).

Dedy menambahkan, nantinya peserta harus memastikan telah memindai dokumen yang dibutuhkan yang dikirimkan melalui email, dan memastikan nomor telepon yang digunakan agar bisa menerima panggilan video untuk kebutuhan verifikasi.

“Lapak Asik merupakan bentuk komitmen kami untuk tetap memberikan pelayanan kepada peserta, sekaligus mengikuti arahan pemerintah dalam berupaya memutus mata rantai penyebaran covid-19,” Terangnya.

Tenaga kerja juga diberikan kemudahan untuk melakukan pendaftaran kembali sebagai peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah dengan cara mengisi formulir secara online yang diberikan pasca dilakukan sesi wawancara kemudian petugas akan melakukan verifikasi berkas.

“Jika dokumen lengkap dan telah diverifikasi petugas, peserta tinggal menunggu status pengajuan klaim yang akan diinformasikan melalui sarana komunikasi seperti email, whatsapp/sms atau telepon,” Ujar Dedy.

Program ini menurutnya, bertujuan untuk membantu menekan penyebaran Covid 19 di kalangan masyarakat, efisien waktu (tidak perlu keluar rumah, antri, dan menunggu proses sampai selesai), terlebih bagi saya yang memiliki anak balita mengingat kondisi saat ini yang sangat tidak kondusif untuk keluar rumah.

(Reporter : AQM)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *