Dugaan kongkalikong antara Suplier, e-warong dan TKSK, dalam Program BPNT di Desa Kubangkampil Pandeglang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Supplier dan E-Waroong atau Agen Penyalur Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Kabupaten Pandeglang diduga telah menjual dengan harga tinggi tapi tidak sesuai dengan kualitas barang.

Dari hasil temuan Mitrapol.com,dugaan kongkalikong selain melibatkan Supplier dan e-warong, juga melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hal ini diperkuat dengan apa yang diterima oleh KPM program BPNT dimana harganya dengan komiditi yang diterima.

Menurut pengakuan warga RT 01 Kp. Pamatang, Kanas, Desa Kubang Kampil ke Mitrapol.com, bahwa untuk ayam timbangannya paling tinggi 8 ons dan mereka tidak pernah mengetahui harga-harga dari setiap komoditi yang diterimanya.

Dari pengakuannya, komoditi yang diterima yaitu, Beras 10 Kg, Tahu, Tempe, Telor 14 buah, ada juga yang 13 buah dengan warna telor bervariasi yaitu ada yang putih, putih pucat, coklat dan kecoklatan, dan ayam ada berpariasi dari 7 Ons, 8 Ons, tidak mencapai 1 kg, yang bukan daging utuh yakni campuran dengan ada ceker, kepala dan leher.

Hal seperti ini kami jelas merugikan pak, terang beberapa warga yang dimana enggan menyebutkan namanya ini, kami tidak pernah mengetahui berapa satuan dari menu yang kami terima, apakah karena kami masyarakat awam yang tidak mengetahui apa-apa, atau memang aturanya seperti ini, sedangkan kami memiliki uang Rp.200.000. di ATM yang tiap bulan digesek oleh e-warung untuk ganti komoditi seperti ini, tukas warga.

Jika diperhatikan dengan komoditi yang diterima oleh KPM dengan harga pasaran yaitu dengan beras yang diterima 10 Kg dengan harga pasaran 10.500, berarti Rp105.000, ayam 1 kg dengan harga Rp.28.000, Tahu/Tempe Rp.7000, telur yang berjenis warna itu ataupun diduga sebagian telor infertil ini Rp. 22.000, jumlah belanjaan komoditi dari e-warung adalah Rp.162.000, jelas Rp. 32.000 uang KPM hilang entah kemana, sedangkan e-warung menggambil uang KPM sejumlah Rp. 200.000.

Hasil konfirmasi Mitrapol.com dengan Yogi selaku TKSK Kecamatan Sukaresmi melalui telepon selulernya menerangkan bahwa semua harga itu dari Suplier.

Yogi memaparkan, bahwa beras yang didistribusikan kepada KPM adalah beras Premium dengan harga Rp.12.000/Kg, untuk telor, hitungannya per butir yaitu 15 butir dengan harga Rp. 25. 000, Ayamnya 1 kg dengan harga Rp. 28.000, tahu/tempe Rp.12.000, terangnya. Jumat,(15/5).

Terangnya lagi, untuk komoditi kemarin pendistribusian di laounching Kabid dari Dinsos Pandeglang pak, dan tidak ada masalah dan itu dari Suplier PD. Berkah.

Dengan keadaan yang dialami oleh KPM program BPNT di Desa Kubang Kampil, Kecamatan Sukaresmi ini menjadi pertanyaan besar, apakah program BPNT ini adalah lahan untuk memperkaya oknum-oknum tertentu? Kemana Tupoksi dari seorang TKSK ? dan kesiapa para KPM untuk mengadu ?.

Padahal sudah sangat jelas bahwa Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2013 tentang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), merupakan seseorang yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh Kementerian Sosial dan/atau dinas/instansi sosial provinsi, dinas/instansi sosial kabupaten/kota selama jangka waktu tertentu untuk melaksanakan dan/atau membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai dengan wilayah penugasan di kecamatan. TKSK juga mempunyai partner Pekerja Sosial Masyarakat dan juga Karang Taruna yang berada di tingkat desa/kelurahan yang dapat dijadikan sumber informasi kejadian sosial yang terjadi di masyarakat.

Sampai pemberitaan ini ditayangkan, Ade selaku agen di desa Kubang Kampil belum menjawab telepon seluler dari Mitrapol.com.

 

 

Reporter : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *