Ketua LBKNS : Dana BOS di SDN 2 Bandar Agung terindikasi di Korup Oknum Kepsek

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Tengah – Ketua Team Investigasi Organisasi Bantuan Hukum (LBKNS) Kabupaten Lampung Tengah Fahmi menduga Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nyunyai, Kab. Lampung Tengah telah mengkorupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang di terimanya sejak tahun 2013 hingga tahun 2019.

“Dugaan korupsi oknum Kepsek ini sudah di lakukan sejak menjabat Kasek SDN 2 Bandar Agung selama 6 – 7 tahunan. Dia (Kepsek-red) pejabat terlama di SDN 2 Bandar Agung dan berapa rente yang di dapat, jika tiap triwulan dana BOS bisa disulapnya,” ujarnya. Sabtu (16/5).

Menurut Fahmi, modus korupsi Dana BOS Kepsek SDN 2 Bandar Agung ini dilakukan dengan cara membuat laporan fiktif. Contohnya seperti anggaran perawatan meubeler dan fisik sekolah. Pada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BOS tahun 2018 tertulis Rp 37.028.000 juta lebih. Padahal kondisi meubeler dan sekolah tidak ada tanda-tanda perbaikan.

“Pada LPJ dana BOS tahun 2019 saja bisa kita lihat, disitu tercatat biaya perawatan sekolah Triwulan I sebesar Rp… (kosong tidak ada laporan), Triwulan II Rp. 15.350.000 Triwulan III Rp. 10.800.000 dan Triwulan IV Rp. 10.000.000, ini belum anggaran tahun selama Kepsek itu menjabat. Sementara, kondisi meubeler dan sekolah masih banyak yang rusak,” ungkap Fahmi.

Atas dugaan tersebut, Fahmi meminta aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Lampung Tengah dapat turun ke lapangan memeriksa fisik penggunaan BOS SDN 2 Bandar Agung mulai tahun 2013 sampai 2019. Selain itu Fahmi juga meminta penegak hukum dapat melakukan penelusuran terkait dugaan tersebut.

Dugaan ini jelas dan disertai bukti yang akurat. Secara pengelolaan keuangan, terutama menyangkut kebutuhan fisik, patut diduga oknum Kepsek bersama pegawai BOS sekolah telah melakukan Mark up volume dan harga satuan,” terangnya.

Terlepas itu mitrapol mencoba mengkonfirmasi kepada, Agus santoso S. Pd.

Saat dikonfirmasi oleh mitrapol.com, Kepala Sekolah SDN 2 Bandar Agung Agus santoso S.Pd, Sabtu (16/5) mengatakan, “Maaf mas wewenang sampean nyampek mana mau nanya-nanya penggunaan Dana Bos. Kerena yang punya hak untuk mengetahui dana bos itu hanya orang tertentu yang boleh tahu, Ketusnya.

Lanjut Agus, Masalah penggunaan dana BOS, saya sudah lupa.

Karena keterbatasan anggaran maka kami baru merawat saluran air dan ngecet tembok yang menghabiskan anggaran 3.000.000, sampai 5.000.000 per Tiga Bulan, untuk lebih jelasnya saya udah lupa mas, dan kami sudah selesai diperiksa oleh Inspetorat kemarin dan engak ada masalah.

Sementara dari pantauan mitrapol di lapangan, terlihat keadaan sekolah dalam keadaan rusak parah, dimana banyak plafon yang jebol dan keramik yang pecah.

Melihat kondisi Sekolah seperti itu, dimana peran pengawasan oleh Dinas terkait dan Inspetorat.

 

 

Reporter : Dhailami

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *