Tidak puas terima BST, Puluhan warga gerudung kantor Desa Silolo

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Selatan – Puluhan masyarakat Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan dilaporkan melancarkan aksi protes kepada perangkat gampong setempat, dengan cara mengobrak-abrik kantor desa hingga nyaris terjadi adu fisik, Jumat (15/5/2020).

Massa dalam jumlah banyak dilaporkan sempat mengepung kantor desa setempat. Dalam rekaman video dan foto yang beredar luas di media sosial (Medsos), terlihat sejumlah kursi dan meja dalam kantor keuchik hancur berkeping-keping.

Di mana dinding bagian depan pusat kantor pemerintahan desa tersebut juga terlihat ada tulisan “PKI Pemimpin Zalim”. Dan pintu kantor desa tersebut juga turut di segel oleh massa.

Rekaman video lainnya, juga terlihat massa mengepung beberapa orang yang diduga kuat adalah perangkat gampong (perangkat) Desa Silolo.

Beruntung, amukan massa yang telah tersulut emosi ini cepat mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dari Polsek Pasie Raja, sehingga tak sampai terjadi aksi baku pukul.

Keterangan dihimpun dari berbagai sumber, aksi kericuhan ini terjadi karena masyarakat setempat merasa kecewa terhadap realisasi penyaluran bantuan sosial (Bansos) Covid-19 yang dinilai tak adil serta tak transparan.

Sumber lainnya juga menyebutkan, aksi kericuhan ini terjadi merupakan klimaks dari akumulasi kesalan yang di anggap masyarakat selama ini terhadap perangkat desa setempat yang dinilai tak transparan.

“Puncaknya itu, dalam pendataan masyarakat calon penerima bantuan BLT dan BST. Dari daftar penerima yang telah di data, disebut-sebut banyak masyarakat lainnya yang dinilai lebih berhak justru tak menerima,” ungkap sumber.

Kekesalan warga semakin memuncak, ujarnya, ditengah kesimpang-siuran informasi itu, pada Jumat tadi sebagian masyarakat penerima salah satu jenis bantuan Covid-19, justru telah menerima bantuan. Sehingga memancing emosi masyarakat yang lain.

“Sepertinya ada kesalahan teknis dari perangkat desanya. Seharusnya sebelum bantuan ini di realisasikan, terlebih dulu digelar rapat di gampong untuk dijelaskan secara utuh jenis-jenis bantuan yang akan disalurkan oleh pemerintah dalam masa darurat pandemi Covid-19 sekarang ini. Sehingga masyarakat akan menerima informasi secara utuh, terhadap masyarakat yang tak menerima satu jenis bantuan akan ditutupi dengan menerima bantuan jenis lainnya,” beber sumber tersebut.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Ardanto Nugroho SIK,MH yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Pasie Raja, Iptu Adrianus, Jumat (15//5/2020) malam, membenarkan kejadian tersebut.

“(Aksi itu) ketidak puasan penerima BST,” ucapnya.

Aksi tersebut, kata Adrianus, dikawal ketat oleh aparat kepolisian sehingga tidak sampai terjadi kekerasan fisik.

“Aksi massa seperti ini wajib kita kawal, sehingga tidak sampai terjadi kekerasan fisik. Saat ini situasi dilokasi sudah aman dan terkendali,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Rian

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *