Dianggap kurang terbuka, Direktur RSUD OI beri klarifikasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ogan Ilir – Beredar kabar bahwa sejumlah pegawai di Rumah Sakit Ogan Ilir (RSUD OI) mogok kerja karena galau manajemen Satgas penanganan Covid-19 di RS tersebut dianggap kurang terbuka dan tak jelas.

Salah satu pegawai yang tidak ingin disebutkan namanya membeberkan, saat ini RSUD OI telah dijadikan sebagai RS rujukan Covid-19. Namun, pegawai tersebut mengaku bingung dengan manajemen yang dibuat lantaran tidak ada pemberitahuan secara formal terhadap pegawai yang menangani pasien covid-19 yang tengah mewabah ini.

“Memang ada satgas di Rumah Sakit tapi bukan gugus tugas, namun dalam pembuatan satgas ini kita dibuat bingung tiba-tiba sudah masuk ke daftar satgas disuruh menangani tanpa adanya surat tugas ataupun pembahasan tentang insentif yang jelas,” ucap salah satu pegawai di RS tersebut.

Berkaitan dengan insentif, Pria ini menyebut dalam penanganan pasien yang diduga terkena covid-19 juga belum ada informasi lebih lanjut. Tak hanya itu, dia menyebut honorarium di bulan April 2020 saja belum mereka dapatkan.

“Mungkin ada insentif penanganan tapi belum ada kejelasan juga berapa besarannya. Bahkan honor bulanan kita di bulan empat saja belum dikasih. Sekitar 150 honorer yang mogok kerja,” ungkapnya.

Lebih jauh, dalam penanganan pasien Covid -19 di RSUD OI juga mempekerjakan pegawai yang belum mengantongi Surat Tanda Resterasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP) serta bidan pun diintruksikan untuk ikut diturunkan dalam penanganan pasien covid-19.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi kepada Direktur RSUD OI, dr Roreta menapik terhadap informasi yang beredar. Menurut Roreta, pihaknya telah membuat anggaran untuk insentif pegawai yang menangani pasien Covid-19.

Sedangkan besarannya, Roreta mengaku tidak hapal karena insentif yang diberikan sesuai dengan tingkat resiko kinerja. Terlebih lagi, berkaitan dengan pegawai yang mogok kerja, dia menyebut jika saat ini pihaknya sedang melakukan disiplin kerja.

“Sudah dianggarkan buat pegawai yang menangani Covid, insentif diberikan hanya yang menangani Covid sesuai SBU,” kata Roreta.

Ketika disinggung mengenai Honorarium pegawai honorer, Roreta mengaku tidak ada kendala. “Lancar pak, doakan kami tetap semangat dan selalu sehat ya pak.”

 

 

Reporter : Adri

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *