Dugaan kongkalingkong program BPNT di Desa Kubang Kampil, ini klarifikasi TKSK

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Salah satu program bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berupa bahan sembako, seperti halnya yang telah diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Kubang Kampil, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Banten.

Dengan pemberitaan yang viral adanya dugaan kongkalingkong antara e-warung,TKSK dan Suplier sudah terjawabkan bahwa itu tidak benar.

Bahwa KPM Desa Kubang Kampil Komplain terhadap sembako yang menurut informasi tidak layak konsumsi, media Mitrapol.com mencoba menggali informasi kembali, dengan menemui Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSK) Kecamatan Sukaresmi.

TKSK Sukeresmi,Yogi mengatakan bahwa pemberitaan dugaan kongkalingkong dengan e-warung, dan Suplier itu salah faham. Saya selaku TKSK Sukaresmi meninjau langsung atas bahan pangan yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat yang di berikan oleh e-waroong (Agen) memang tidak memenuhi standarisasi sebab banyak di temukan ayam yang tidak bagus.

Lanjut Yogi, untuk bulan Mei ini komoditasnya dari PD Berkah Pandeglang yang sebelumnya di PT. Aam Prima Artha, setelah melakukan pengecekan ke KPM pihaknya menemukan ada satu item yang tidak memenuhi standar premium untuk di berikan kepada KPM, yaitu adanya daging Ayam yang sudah tidak layak konsumsi.

Setelah saya turun langsung mengecek kelayakan pangan yang di salurkan Suplier melalui E-warong yang ada di desa tersebut dari pantauan saya sesuai dengan tupoksi saya sebagai pendamping, saya menemukan daging Ayam yang di suplay oleh suplier tidak sesuai dengan kriteria yang telah di sepakati, dari situ saya langsung memberikan teguran terhadap e-warung tersebut untuk segera di tindak lanjuti kepada Suplier agar secepatnya menganti dari komoditas yang tidak layak diterima oleh KPM, tambahnya.

Jadi harus diretur dan harus bertangung jawab atas suplay yang di kirim untuk KPM di wilayah Desa Kubangkampil. “Harus segera mengganti komoditas pangan yang tidak layak kepada KPM, dan Alhamdullillah sudah diganti oleh penyupalinya, ujar Yogi.

Saya juga berterimakasih banyak dengan saudara-saudara kita Media sebagai social cotrol yang selalu melakukan kegiatan-kegiatan program pemerintah agar tidak salah sasaran.

Sesuai tupoksi saya sebagai TKSK Kecamatan Sukaresmi akan selalu memantau dan memperhatikan hak-hak para KPM demi terciptanya 6T. Dan saya pribadi meminta maaf atas kejadian kemarin yang ada di desa Kubang Kampil, mudah-mudahan hal seperti itu tidak terulang lagi.

Adapun permasalahan siapa suplier untuk desa Kubang kampil yang seakan diperebutkan oleh dua Suplier, atas permintaan para KPM desa Kubangkampil melalui pemuda desa Kubang Kampil dan siap memodalkan sebagai suplier didesa Kubang kampil terkhusus.

Kita percayakan jika memenuhi 6T dan bisa dipertanggung jawabkan kenapa tidak,kita akan percayakan kepada kepada Pemuda desa Kubang Kampil sebagai Suplier didesanya,yang penting jelas tidak merugikan para KPM, imbuhnya.

 

 

Reporter : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *