Pembangunan drainase persawahan, Dinas Pertanian Metro : itu swakelola dari dana JIT Rp.120 juta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung –  Pembangunan drainase persawahan di wilayah Metro Barat yang diduga asal jadi oleh rekanan, hal tersebut langsung di jelaskan oleh Herman mewakili Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro.

Herman selaku Kabid yang membidangi pekerjaan tersebut mengatakan,kucuran dana berasal dari pusat serta sistem pekerjaannya dikelola oleh P3A masing-masing wilayah.

“Itu pekerjaan drainase persawahan adalah swakelola pak yang dikerjakan petani,dana dari pusat untuk rehap jaringan irigasi tersier (JIT ).Anggaran dana pembangunan tersebut berjumlah 120 juta, sifatnya swakelola yang mengerjakan P3A,jika diwalayah persawahan Metro Barat di ketuai P3A pak Ngalimin,” kata Herwan kepada awak media beberapa waktu lalu,Kamis (14/5/20).

Di jelaskan Herman,bahwa pekerjaan pembangunan persawahan Jalur Irigasi Tersier ( JIT ) adalah kegiatan dari Provinsi dan pejabat pembuat komitmen ( PPK ) adalah Kepala dinas .

“Yang lebih mengerti PPTK (Tom hub), kebetulan hari ini dia tidak masuk kerja.Sebetulnya pekerjaan itu punya provinsi, tugas pembantuan dan tempatnya disini.Kalau disini pejabat pembuat komitmen (PPK ) langsung pak Kadis. Tapi karena itu adalah staf kadis, maka kami dan enggak mungkin Kadis turun-turun ke lapangan,” jelas Herman.

Melihat bukti Foto dilapangan yang diperoleh tim media bahwa pekerjaan pembangunan drainase belum rampung keseluruhan.Namun Herman berkilah,dan mengatakan bahwa semua pekerjaan itu telah benar dan sesuai dengan RAB.

“Ya kita konsultan sudah turun juga ke lokasi,pengawas ada macem – macem.Jika pekerjaan tidak sesuai nanti lihat RAB,tapi sejauh ini pengawas laporan dalam arti kita ada foto – fotonya itu memang sudah sesuai,” kilah Herman.

Artinya dalam permasalahan ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro tidak turun ke lokasi dan tidak mengawasi pekerjaan itu. Terlihat jelas dari Foto yang ada bahwa pekerjaan belum rampung, namun Herman dan menyatakan pekerjaan itu sudah selesai dan benar.

Dari pantauan tim media pekerjaan dalam pemasangan batu hanya satu lapis saja dan terkesan asal-asalan. Selain itu ada dugaan adukan semen yang digunakan tidak sesuai RAB karena sebagian masih banyak lubang yang menganga, runtuh tidak tertutup. Diduga ada kongkalikong untuk mencari keuntungan besar antara pengawas lapangan dan pengurus P3A yang diketuai Ngalimin.

Kedepan atas dasar dan bukti tersebut tim media akan meminta tanggapan dengan salah satu LSM di Kota Metro, terkait adanya dugaan penyimpangan dalam penggunaan uang negara didalam pekerjaan pembangunan drainase persawahan di wilayah Metro Barat.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *