Bupati Mimika batalkan ijin Shalat Idul Fitri 1441H di Lapangan dan Masjid

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng membatalkan ijin pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah yang rencananya dipusatkan di Lapangan eks Pasar Lama, Jalan Yossudarso, Timika dan sebagian Masjid di Kabupaten Mimika, Papua.

Pembatalan ini mengikuti instruksi dari Menteri Agama Fachrul Razi, berkaitan dengan pelarangan adanya kerumunan yang melibatkan orang banyak di suatu tempat salah satunya seperti pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan maupun masjid.

“Kemarin sebelum adanya keputusan dari Menteri Agama dan Gubernur, saya sudah terlanjur bicara untuk mengijinkan pelaksanaan salat Idul Fitri di Lapangan dan Masjid,” Kata Bupati Omaleng di Timika, Rabu, (20/5).

Bupati melanjutkan, setelahnya ternyata dari Kemenag menginstruksi agar tidak diperbolehkan pelaksanaan shalat idulfitri dilapangan dan masjid karena menjadi kerumunan dan melibatkan banyak orang ditengah penyebaran Pandemi Covid-19.

“Yang diijinkan hanya di rumah, di lapangan dan masjid tidak boleh,” Terangnya.

Eltinus Omaleng mengaku, sebelumnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, dimana Gubernur meminta agar Bupati Mimika mengikuti instruksi atau peraturan undang-undang yang lebih tinggi.

“Kita harus menghargai instruksi undang-undang yang lebih tinggi, keputusan yang lebih tinggi itu adalah menteri,” terangnya.

Selain instruksi Bupati menyebut, atas dasar saran dan masukan dari Klemen Tinal selaku Wakil Gubernur Papua. Bupati Omaleng membatalkan rancana pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H di Lapangan Eks Pasar Lama dan Masjid di Timika yang telah disepakati sebelumnya.

Bupati pun mengimbau kepada umat muslim untuk tetap melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada umat muslim di kabupaten Mimika.

Dirinya juga mengimbau agar pelaksanaan shalat idul fitri nantinya dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penyebaran Pandemi Covid-19, selain itu dalam rangka menaati keputusan dari kementerian agama sebagai keputusan tertinggi.

“Jadi pelaksanaan Salat Idul Fitri dirumah saja, dan jangan berkumpul. Cukup dirayakan bersama keluarga di rumah, dan tak boleh berkumpul dengan warga lainnya,” pungkasnya.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *