Cegah Corona, Pemkab Mimika mulai berlakukan PSDD

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua mulai tegas dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) dalam upaya memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19.

PSDD diberlakukan hari ini, Kamis, 21 Mei hingga 4 Juni 2020, namun penerapannya dimulai setiap pukul 14:00 wit hingga 06:00wit.

Pantauan MITRAPOL dihari pertama PSDD, petugas gabungan yang terdiri dari, TNI-Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan serta dibantu sejumlah relawan menutup dan menjaga ketat di 17 titik ruas jalan yang ada di Kota Timika.

Pengendara dan pejalan kaki yang hendak melintas, dilarang lewat bahkan diarahkan memutar balik untuk kembali ke rumah masing-masing.

Selain itu, petugas kesehatan juga menyiapkan tempat pemeriksaan Rapid Tes bagi masyarakat yang kedapatan di sejumlah ruas jalan.

Penerapan PSDD ini, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng Nomor 4 Tahun 2020 Tertanggal 20 Mei.

Jalanya PSDD, Masyarakat dilarang berkerumunan, dilarang berkeliaran keluar rumah dan para pemilik toko dan usaha apapun diwajibkan tutup tepat pukul 14:00 WIT.

Beberapa sanksi juga telah ditetapkan diantaranya membubarkan kerumunan warga, hingga melakukan rapid test terhadap warga yang melanggar peraturan PSDD.

Selain sanksi-sanksi diatas, juga terdapat sanksi fisik yang diterima pelanggar PSDD.

Sanksi fisik yang dimaksud salah satunya seperti malakukan push up.

Reynold Ubra selaku juru bicara Satgas Covid-19 Mimika mengatakan, pihaknya telah menempatkan tim medis di 8 titik ruas jalan untuk dilakukan pemeriksaan Rapid Tes bagi warga yang kedapatan melintas.

Warga yang kedapatan langsung dilakukan pemeriksaan Rapid Tes.

“Para petugas ini ditempatkan pada delapan titik, mulai dari pertigaan Diana, pertigaan Tiga Raja, persimpangan pasar lama, pertigaan Timika Mall, persimpangan Jalan Hasanudin Budi Utomo, Nawaripi, dan SP2. Dimana, petugas kesehatan tersebut terdiri dari tim dokter, laborat, dan survilance,” kata Ubra di Timika, Kamis (21/5).

Pihaknya juga akan mendata warga yang mengikuti rapid test dengan tujuan agar pihaknya dapat melakukan pemantauan, apabila hasil dari rapid test dinyatakan reaktif, maka yang bersangkutan langsung dirujuk dan dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan alat PCR.

Reynold juga menyatakan, pihaknya akan mengumumkan nama-nama yang dinyatakan reaktif Rapid Test.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *