Diduga nilai harga paket sembako bantuan pemerintah tidak sesuai dengan kenyataan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tanjungpandan – Pembagian bantuan paket sembako oleh Pemerintah Kabupaten Belitung kepada warga terdampak Covid-19 telah dilaksanakan. Rabu (20/5).

Paket sembako senilai Rp. 250.000/paket, untuk 9000 warga di Kabupaten Belitung dengan isi paket berupa sembako yang dibagikan kepada masyarakat antara lain, beras 10 Kg, Sarden ukuran 425 Gram sebanyak 2 kaleng, gula pasir 2 Kg, gandum 2 Kg, susu kental manis 1 kaleng, minyak sayur 2 liter, sebagian masyarakat telah menerima bantuan pada hari ini.

Muhammad Ansyar perwakilan Anjelo Brother Club menyampaikan apresiasi dirinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung terkait bantuan sembako terdampak covid-19 bagi masyarakat, namun dirinya menyoroti harga dan jumlah paket yang dibagikan oleh pemerintah daerah.

Ansyar mempertanyakan apakah sarden (ikan kaleng) masuk dalam kategori sembako.

“Kita mendapat informasi dari beberapa Desa dan Kelurahan di Tanjungpandan, jika paket bantuan untuk masyarakat terdampak Covid 19 di Kabupaten Belitung pihak Kelurahan dan Desa mengambil sendiri paketnya di kantor Camat Tanjungpandan, dan biaya angkutan untuk mengambil paket itu menggunakan Dana Desa atau Kelurahan, kemudian kita juga ingin bertanya, apakah sarden atau ikan kaleng itu masuk didalam kategori sembako,” papar Ansyar.

Selanjutnya Ansyar juga menyoroti paket dengan nominal Rp.250.000 itu, apakah memang nilai yang sampai ke masyarakat sebesar 250.000, atau ada potongan lainnya seperti biaya PPN dan PPH, dikarenakan Ansyar bersama Anjelo Brother Club telah memegang data harga sembako dari Bulog, dan mendapati selisih harga yang lumayan jauh, bayangkan saja, Bulog punya daftar semua harga yang ada dipaket bantuan pemerintah, kecuali Sarden, jika dibandingkan terdapat perbedaan harga yang sangat lumayan.

“Dari data Bulog, harga Beras Premium 115.000/10 Kg, Susu Kaleng 12.500/kaleng, Tepung Terigu 9000/kg x 2kg = 18.000, Minyak Goreng 11.500/liter x 2 = 23.000, Gula Pasir 12.500/kg x 2 = 25.000, dari total semua itu didapat angka Rp.193.500, cuma kita tidak mendapatkan harga Sarden per kaleng ukuran 425 gram, dari harga rilis Bulog, sementara itu kita cek dibeberapa minimarket, harga Ikan Sarden merk Maya dengan ukuran 425 gram per kaleng Rp.17.500, sementara kita googling di internet, harga ikan sarden merk Del Monte (sarden yang dibagikan dalam paket sembako pemerintah daerah) harganya Rp.15.000/kaleng ukuran 425 gram untuk Pulau Jawa, jika kita asumsikan harga ikan kaleng merk Del Monte ukuran 425 gram Rp.18.000 per kaleng jadi total bantuan sembako yang ada dalam plastik hitam bantuan sembako itu kami taksir nilainya Rp.229.500 rupiah, jika mengikuti harga Bulok lebih murah, mengapa kita harus beli ke swasta, bukankan Bulok merupakan lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk persoalan sembako,” papar Ansyar.

Sementara itu, Reja Novian juru bicara Anjelo Brother Club meminta supaya pemerintah bisa menjelaskan perhitungan harga bantuan sembako kepada masyarakat, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan menggunakan uang rakyat, jika berdalih sisa angaran untk distribusi dan dipotong oleh PPN dan PPH tolong dijelaskan juga.

“Karena kita sudah baca Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 28/PMK.03/2020 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Terhadap Barang dan Jasa yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 juga mengacu pada dalam PMK No. 116/PMK.010/2017 rincian barang kebutuhan pokok yang masuk dalam barang tidak kena PPN antara lain:

Beras dan Gabah, kriteria yang masuk dalam beras dan gabah yang tidak kena PPN adalah, berkulit, dikuliti, setengah giling atau digiling seluruhnya, disosoh atau dikilapkan maupun tidak, pecah, menir, selain yang cocok untuk disemai.

Jagung, kriteria yang masuk dalam jagung yang tidak kena PPN adalah, telah dikupas maupun belum, termasuk pipilan, pecah, menir, tidak termasuk bibit.
Sagu, kriteria Sagu tidak PPN adalah, empulur sagu (sari sagu), tepung, tepung kasar dan bubuk.
Kedelai, kriteria kedelai yang tidak kena PPN adalah berkulit, utuh dan pecah, selain benih.
Garam konsumsi. Kriterianya antara lain, garam yang beryodium maupun tidak (termasuk garam meja dan garam didenaturasi) untuk konsumsi/kebutuhan pokok masyarakat.
Daging. Kriteria daging tidak kena PPN adalah, daging segar dari hewan ternak dan unggas dengan atau tanpa tulang yang tanpa diolah, baik yang didinginkan, dibekukan, digarami, dikapur, diasamkan, atau diawetkan dengan cara lain.

Telur. Kriteria telur yang tidak PPN adalah, telur tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan atau diawetkan dengan cara lain, tidak termasuk bibit.
Susu. Kriteria susu sebagai barang tidak kena PPN adalah, susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun dipanaskan (pasteurisasi), tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya.

Buah-buahan. Kategori buah yang tidak kena PPN adalah buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, digrading, selain yang dikeringkan.

Sayur-sayuran yang masuk kategori sayur-sayuran tidak kena PPN adalah, sayuran segar, yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan/atau disimpan pada suhu rendah atau dibekukan, termasuk sayuran segar, aturan ini disahkan per tanggal 6 April 2020, kedepan kita minta DPRD tegas dalam melakukan pengawasan anggaran jangan sampai ada tangan jahil dibalik bencana,” harap Reja.

 

Reporter : Serli/Tarmizi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *