Dituduh selewengan bantuan sembako, ratusan warga Sosor Gadong tuntun Lurah dicopot

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tapanuli Tengah – Ratusan warga Desa Sosor Gadong, Kec. Sosor Gadong Tapanuli Tengah melakukan unjuk rasa damai di depan kantor Camat Sosor Gadong. Rabu (20/5).

Warga Desa Sosor Gadong menuntut supaya Lurah Sosor Gadong Risman Sitanggang dan Joito Sihotang dicopot dari Jabatannya karena diduga tidak transparan dalam menyalurkan bansos berupa sembako dari pemerintah.

Dalam orasi yang dilakukan ibu-ibu, terungkap bahwa Lurah Sosor Gadong dituduh telah melakukan penyelewengan atau penggelapan Bansos, menurut masyarakat, Lurah Sosor Gadong telah memindahkan paket sembako dari Rumah Dinas Camat ke rumah salah seorang warga yang lokasinya tidak jaun dari Rumah Dinas tersebut.

Mengetahui adanya tindakan tersebut, sontak warga melakukan penggerebekan ke rumah penyimpanan tersebut, dan menemukan barang buktinya, kemudian masyarakat mangamankan dan kemudian menyerahkannya ke Poksek Barus.

Menutut keterangan koordinator aksi, Sembako yang diserahkan oleh warga ke Polsek telah diambil oleh pihak Camat dan Lurah tanpa sepengetahuan warga yang menitipkannya, hal tersebut memicu amarah warga.

Ada Lima Belas point tuntuntan warga, diantara disampaikan telah terbongkar kasus penyelewengan Raskim pada tahun 2018 sebanyak 400 zak yang sampai sekarang menjadi teka teki di mata masyarakat Kecamatan Sosor Gadong.

Selain penyelewengan penyaluran bantuan Sosial tersebut, warga juga memaparkan bahwa Lurah Sosorgadong telah melakukan kutipan sejumlah uang dari beberapa warga dengan dalih pengurusan Rumah Tidak Kayak Huni (RTLH) dengan jumlah yang berfariasi antara Rp.40.000 sampai Rp. 70.000.

Ater Simatupang melalui menantunya menerangkan pada awak media, bahwa setelah masyarakat melakukan demo pada Tanggal 1 Mei yang bertepatan dengan Hari Buruh Nasional, Lurah Sosor Gadong beserta stafnya mengantarkan paket sembako ke rumah mereka, padahal sebelumnya ketika mereka meminta kepada Lurah karena nama mereka ada dalam daftar penerima, tidak diberikan dengan dengan alasan sudah habis, yang aneh, namanya telah tertanda tangan dan tidak diketahui siapa yang menanda tanganinya. Sehingga pihak keluarga Peter Simatupang menolak untuk menerima paket tersebut.

Setelah matarakat membacakan tuntutannya, pihak Muspika Kecamatan Sosor Gadong menerima beberapa orang sebagai perwakilan untuk bernegosiasi ke dalam Ruangan Camat.

Dalam pertemuan, Camat memberikan jawaban kepada masyarakat bahwa semua poin tuntutan masyarakat akan disampaikan kepada Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Pada pertemuan itu warga menyampaikan, apabila tuntutan mereka tidak diindahkan Bupati, maka masyarakat Sosor gadong akan melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar, dan kalau perlu akan menginap di Kantor Camat sampai tuntutan mereka didisikapi oleh Bupati.

Untuk mengankan aksi tersebut, Polres Tapanuli Tengah menurunkan beberapa orang anggota guna mengatisi terjadinya hal-hal yang didak diinginkan.

 

 

Reporter : FP

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *