Keputusan plin plan, Pelaku usaha wisata di Pandeglang merasa di Prank Dinas Pariwisata

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Prank adalah perbuatan jahil, ngerjain orang dengan tujuan guyon buat asyik-asyikan. Ngeprank bisa dilakukan dengan text, chat atau video.

Di saat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, sejumlah pengelola wisata di Kabupaten Pandeglang dan pencari nafkah di bidang wisata merasa di prank oleh dinas pariwisata kabupaten Pandeglang dengan adanya Surat Edaran yang diterbitkan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang.

Melalui Surat Edaran yang dikeluarkan Dinas Pariwisata pada tanggal 20 Mei 2020, yang berisi pemberitahuan dibukannya operasional wisata di Kabupaten Pandeglang.

Namun surat edaran itu ditarik, diganti dengan surat edaran dai Dinas Parawisata Kabupaten Pandeglang pada tanggal 24 Mei 2020, yang isinya pembatalan surat sebelumnya dan memutuskan untuk tidak membuka area wisata di Pandeglang, Banten.

Menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat yang notabene penghasilannya dari bidang wisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang dinilai plin-plan dalam memberikan keputusan terkait ijin operasional dibukanya area wisata jelang Hari raya Idul Fitri.

Kami sangat kecewa, terang beberapa pengelola wisata yang ada di Carita, keputusan apa ini, apakah Dinas Pariwisata menganggap masyarakat adalah bola yang gampang dimainkan, ujarnya.

Dinas Pariwisata bikin bingung masyarakat, pada tanggal 20 Mei 2020 terbit edaran himbauan bagi pengunjung di tengah pandemi Virus Corona dengan dibukanya destinasi wisata, SPA, Salon, Kolam Renang, Restoran/Rumah Makan, Pusat Oleh- oleh dengan sarat mengikuti prosedur protokol Kesehatan Covid 19.

Namun kenapa pas Hari H Lebaran pada tanggal 24 Mei 2020, Dinas Pariwisata kembali mengeluarkan surat edaran Pembatalan surat sebelumnya dan memutuskan untuk tidak membuka atau menghentikan sementara operasional area wisata di Pandeglang kecuali, Hotel, Cottages, Villa, Homestay dengan mengikuti protokol Kesehatan dan protokol kepariwisataan.

Dengan kebijakan seperti ini kami bisa menilai kinerja dari Dinas Pariwisata Pandeglang yang plin-plan dan tidak berpikir dulu sebelum menerbitkan suatu surat edaran.

Dede A,Taofik, Ketua UMKM Pandeglang Berdaya (Pandaya) menerangkan ke awak media bahwa beredarnya surat dari Dinas Pariwisata terkait ijin pembukaan destinasi wisata di wilayah Pandeglang memang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat terlebih di kalangan pelaku UMKM Pandeglang, mengingat sampai detik ini kondisi UMKM pandeglang banyak yang gulung tikar dan belum dapat bantuan dari pemerintah daerah.

Dengan adanya surat edaran dari Dinas Pariwisata terkait pembukaan destinasi wisata tidak sedikit pelaku UMKM yang mendukung kebijakan ini walau tetap khawatir dengan wabah corona, karena berharap bisa meningkatkan omset mereka.

Namun dengan adanya pembatalan surat edaran sebelumnya, kami menilai Pemda Pandeglang plin plan dan hanya membuat gaduh di tengah masyarakat. Tapi apapun kebijakan Pemda Pandeglang semoga bisa mempertimbangkan kondisi UMKM Pandeglang yang terkena dampak krisis Covid 19.

Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti, MH.,MM, ke Mitrapol.com melalui telepon selulernya membenarkan atas pembatalan Surat Edaran untuk pembukaan lokasi wisata di Kabupaten Pandeglang.

Yah memang benar, tadinya sudah ada surat edaran untuk pembukaan lokasi wisata di wilayah Pandeglang pertanggal 20 Mei 2020 dan itu semua hasil musyawarah dari pihak-pihak kesehatan, tim gugus penanganan covid-19 dari Pandeglang, dan para pengelola wisata sesuai protokol kesehatan.

Dikeluarkannya Surat Edaran pertanggal 24 Mei 2020 itu karena kita melihat dari perkebangan wabah Covid-19 yang terjadi di Indonesia, tambahnya.

Kita sebernarnya sangat mendukung dengan dibukanya destinasi wisata tetapi dengan melihat yang terjadi tentang mewabahnya Covid19 secara Nasional maka dirembukkan kembali bersama gugus penanganan covid-19 Pandeglang bersama Bupati Pandeglang maka dibuatkanlah surat pembatalan pembukaan destinasi wisata sampai waktu yang belum bisa ditentukan, imbuhnya.

 

 

Reporter : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *