11 tenaga kesehatan Kabupaten Pesawaran didapatkan reaktif

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pesawaran –  Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran Dr. Aila Karyus menyatakan, 11 tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Pesawaran didapatkan reaktif usai dilakukan Rapid Test terhadap 114 Tenaga kesehatan dan 73 pemudik.

“Dalam rangka deteksi dini dan penjaringan serta antisipasi penularan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, Ketua Tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran telah menginstruksikan untuk dilakukan skrining dengan rapid test terhadap orang yang berisiko tinggi seperti pemudik/pendatang yang sedang dalam pemantauan serta kepada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya. Senin (25/5/2020).

Dirinya mengatakan, pelaksanaan Rapid Test di salah satu Puskesmas di Kecamatan Gedongtataan dilakukan pada tanggal 13 Mei 2020 terhadap 114 Tenaga kesehatan dan 73 pemudik, dan didapatkan 11 orang yang reaktif.

“Setelah dilakukan tracing terhadap yang reaktif didapatkan penambahan 9 orang reaktif, yang merupakan anggota keluarga, sehingga total hasil Rapid test yang Reaktif berjumlah 20 orang, karena semua kondisinya baik dan tidak menunjukkan gejala, mereka berstatus OTG,” paparnya.

Selanjutnya, dilakukan pengambilan swab terhadap semua orang yang reaktif dan telah dilakukan isolasi mandiri.

“Pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hasil swab ke 1 terhadap 8 orang, 2 orang dinyatakan positif Covid19, atas nama Ny.T.Kh/58th Nakes dan Ny.EL/45th/Nakes,” ungkapnya.

“Maka ke-2 orang ini menjadi kasus Konfirmasi Positif Covid-19 (Ps 05 dan Ps 06) untuk Kabupaten Pesawaran. Sedangkan hasil swab yang lainnya belum keluar, pasien selama ini kondisi fisik baik dan tidak bergejala, tidak punya riwayat perjalanan sebelumnya dari daerah terjangkit,” tambahnya.

Dirinya juga menghimbau, kepada seluruh tenaga kesehatan baik di Puskesmas, RS, klinik swasta, praktek dolter, praktek bidan, praktek perawat agar selalu menjalankan protokol kesehatan pada waktu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena bila banyak tenaga kesehatan yang terpapar virus ini dan harus isolasi 14 hari, siapa lagi yang akan melayani kesehatan masyarakat,” himbaunya.

“Kepada masyarakat kami juga menghimbau agar jujur dalam memberi keterangan kepada petugas kesehatan pada waktu pemeriksaan kesehatan, Pakailah masker, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, tetap dirumah bila tidak ada keperluan mendesak, serta berperilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Deni Wijaya

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *