Tangani Covid-19, EKI siapkan bahan baku 120 juta APD

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Banyak berita tentang tenaga kesehatan yang tertular bahkan sampai meninggal pada saat melakukan penanganan pasien Covid-19, dimana salah satu faktornya kemungkinan disebabkan oleh penggunaan APD yang tidak tepat dan tidak memenuhi standar sebagai alat pelindung diri.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan dua pedoman tentang acuan standar APD untuk penanganan covid-19, yaitu standar manajemen penggunaan APD untuk tenaga medis dan standar pembuatan APD bagi industri.

Diharapkan standar dan pedoman ini bisa digunakan oleh tenaga kesehatan dalam memilih APD yang dibutuhkan dan juga mengharapkan industri bisa menggunakan pedoman ini sebagai acuan untuk pembuatan APD.

Peningkatan kebutuhan APD di Indonesia maupun di berbagai negara terus melonjak sejak wabah Covid-19 terjadi. Masalah ini mendorong berbagai industri dalam negeri berpartisipasi untuk memenuhinya.

PT. Energi Kita Indonesia (EKI) salah satu perusahaan yang peduli terhadap penanganan Covid-19 khususnya APD untuk tenaga medis dan perawat di Indonesia melakukan kerjasama pengadaan APD dengan Hansoll dari Korea Selatan (dengan merk “Boho SW”).

Perusahaan yang mempunyai tempat produksi di Subang dengan mengangkat para tenaga kerja UMKM serta untuk penyelamatan tenaga medis. Tidak tanggung-tanggung PT. EKI telah menyiapkan bahan baku untuk APD sebanyak 120 juta APD. Dengan kwalitas bahan terbaik memenuhi Standar WHO.

Dalam salah satu wawancara kepada jurnalis mitrapol.com di Jakarta. Selasa (26/5).

Direktur Utama PT. EKI, Satrio Wibowo mengatakan,”Per hari ini PT. EKI telah mempunyai stock sebanyak 3 Juta APD dengan kwalitas bahan korea tanpa wan prestasi ya, ingat, tanpa wan prestasi,” tegasnya.

Sebelumnya PT. EKI ditunjuk sebagai pelaksana tugas pengadaan oleh Kemenkes berdasarkan SPK Kemenkes No KK.02.01/1/460/2020 tertanggal 28 Maret 2020 sebanyak 5 juta set APD dan EKI sudah mendistribusikan 3 juta APD dari 5 juta sesuai Surat Pesanan dari Kemenkes.

Kementerian Kesehatan melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Aryanti Aryana mengatakan kebutuhan APD ditanah air mencapai 8 Juta APD selama pandemi covid-19.

Namun pada kenyataanya Kemenkes mengeluarkan surat pesanan kepada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakannya dengan dilevery schedulle yang telat.

 

 

Reporter : A. Fauzi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *