Tumpul ke atas tajam ke bawah, Di tengah Pandemi Covid-19 Bupati Simeulue buat acara di kediamannya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simeulue – Di Hari Lebaran 1441 H sebagaimana tradisi masyarakat biasanya melakukan silaturahmi dengan kunjung-mengunjungi, namun lebaran kali ini kegiatan tersebut tidak dianjurkan karena mewabahnya virus Covid-19.

Dalam rangka memutus mata rantai covid-19 tersebut bahkan Kapolri dengan bijak mengambil tindakan dengan mengeluarkan maklumat Nomor MAK/2/III/2020 Tahun 2020, tentang larangan-larangan yang menyebabkan berkumpulnya orang sesuai dengan himbawan Presiden RI, Joko Widodo.

Namun hal itu tampak dilanggar oleh oknum Pejabat Daerah Kabupaten Simeulue yaitu dengan adanya acara yang diselenggarakan di rumah Bupati, sebagai mana beredar foto-foto di beberapa grup WhatsApp yang bernada kritik.

Acara yang diduga dilakukan oleh Bupati Simeulue dalam rangka merayakan momen lebaran hari raya Idul Fitri 1441 H itu terekam bersama Kepala Dinas Pertanian Simeulue, berinisial SS. Saat bersangkutan dikonfirmasi oleh Awak Media melalui jaringan seluler mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya kunjungan biasa saja “kita kan lagi lebaran ni,” ujarnya (25/5/2020).

Tak hanya itu, kegiatan serupa juga tampak dilakukan bersama juru bicara Covid-19 Simeulue seperti tampak difoto-foto yang diunggah di akun Facebook Ali Muhayatsah yang juga Kabag Humas da Protokoler di Pemda Simeulue.

“Masyarakatpun mempertanyakan mengapa Pemda Simeulue melarang pertemuan dan memberlakukan jam malam sementara Bupati bisa mengadakan acara kami menganggap aturan ini tumpul keatas, tajam kebawah.

Jika masyarakat buat acara pasti langsung dibubarkan apalagi dimalam kemenangan ummat muslim untuk Takbir keliling menyambut Idul Fitri ditiadakan, ini pak bos buat acara semua bungkam… Jangan lupa di rumah aja… Sementara Maklumat Itu Jelas Disampaikan, itulah salah satu kutipan kritik dari masyarakat di salah satu grup WhatsApp.

Menanggapi hal itu, Dandim 0115/Sml yang dimintai tanggapannya oleh Awak Media melalui Wappsaff mengatakan, pandangan saya sebagai berikut,”Bila mengacu pada pasal 2 sub pasal C bahwa, apabila keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, maka laksanakan protokol dengan baik, kurang lebih seperti itu,” ujarnya.

Sama dengan Shalat Idul Fitri maupun kegiatan lainnya sudah dihimbau untuk dilaksanakan secara mandiri, bila akan melaksanakan lakukan dengan baik dan waspada. Shalat Idul fitri hampir 80% melaksanakan protokol.

Usaha pun tidak dilarang, agar diperhatikan, bila berkumpul, jangan terlalu lama, atau bila memungkinkan, makanan atau minuman dibawa langsung ke rumah, tutupnya.”

 

 

Reporter : Hendra M

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *