Gawat, Oknum tak bertanggungjawab lepas Police Line Polda Aceh

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Khusus dalam hal terjadi suatu tindak pidana, Police line memiliki peran penting untuk membantu menjaga status quo tempat kejadian perkara (TKP). Ketika terjadi suatu peristiwa pidana, Police Line adalah perlengkapan wajib untuk menjaga agar situasi di TKP tidak berubah.

Beberapa waktu yang lalu jajaran Polda Aceh telah melakukan penyegelan dan memasang Police Line terhadap dugaan tidak Kejahatan ilegal minning dan SPBU nakal yang telah tertangkap tangan di dua tempat yaitu di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie. Rabu (27/5).

Berdasarkan informasi yang didapat, Ilegal minning yang berhasil diamankan diduga adalah milik salah seorang pengusaha yang cukup sukses dan adik mantan Bupati Bireuen yang terkenal dengan panggilan Muklis Takabeya.

Alat bukti yang di Police Line oleh team Polda Aceh itu berupa 4 (empat) unit Dum Truck dan 1 (satu unit) Beko yang dititip sementara di gudang milik Muklis Takabeya di daerah Cot Bate Glungku Kabupaten Bireuen dan Pihak Polda Aceh menurut informasi yang diterima awak Media Mitrapol.com, telah melakukan dua kali pemanggilan terhadap pemiliknya tersebut akan tetapi tersangka belum juga memenuhi panggilan resmi dari Polda Aceh tersebut.

Mitrapol mendapatkan informasi bahwa Police Line yang dipasang oleh jajaran Polda Aceh di dua lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilepas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Adanya informasi dilepasnya Police Line ini, Ketua Umum Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) Teuku angkat bicara,”Kejadian dilepaskannya Police Line Polda Aceh ini jelas-jelas mencederai dan menghina Institusi Polda Aceh yang berkomitmen melakukan penegakkan hukum tanpa memandang “Bulu” dikarenakan Hukum itu harus berlaku adil kepada semua masyarakat Indonesia, dan ini merupakan contoh buruk yang telah dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal Penegakkan Hukum di daerah yang terkenal dengan Syariat Islamnya itu,” ujarnyaLembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) juga mendesak Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut agar tidak menjadi “Bola Liar” kepada Pihak Polda Aceh yang selama ini sudah sangat baik melaksanakan tugasnya dibawah komando Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada,M.phil yang selama ini sangat gencar melakukan pemberantasan KKN dan ilegal minning, ilegal logging serta pemberantasan mafia minyak tanpa melihat siapapun orangnya itu, beber Teuku Indra kepada awak media Mitrapol.com. Selasa (26/5).

Masih ucap LASKAR jika kasus ini harus sampai ke meja hijau agar menjadi contoh yang baik dalam Penegakkan Hukum di Aceh dan memberikan efek jera kepada mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum yang mengakibatkan kerugian Negara dan masyarakat harapnya.

LASKAR juga berharap mengenai laporan resminya terkait dugaan KKN pengadaan mesin pompa air di Dinas PUPR Kota Sabang dan pemalsuan identitas salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bireuen segera dapat dituntaskan secara hukum yang berlaku oleh Pihak Polda Aceh dan LASKAR akan terus mengawalnya sampai tuntas hal tersebut ucapnya dengan tegas Ketum LASKAR.

Awak Media Mitrapol telah mencoba menghubungi melalui hp seluler Muklis Takabeya panggilan akrab seorang pengusaha Bireuen itu, mengenai hilangnya Police Line Polda Aceh terhadap Dum Truck dan alat beratnya yang dititip di gudang miliknya itu akan tetapi tidak diangkat.

Apakah permasalahan ini akan segera dituntaskan oleh pihak Polda Aceh dengan secepatnya….???
Adakah yang kebal hukum di Aceh ini…???
Kita tunggu sikap tegas Kapolda Aceh terhadap hal tersebut pungka Ketum LASKAR.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *