Mencuat kabar, Pembagian BST/BLT di Desa Sinarjaya di potongan 100 ribu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak- Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos untuk sepuluh desa di Kecamatan Sobang telah di distribusikan sejak Sabtu,16 mei 2020 lalu. Satu lokasi diantaranya Desa Sinarjaya

Menurut informasi yang diterima mitrapol.com Rabu, (27/5). Ada sebanyak 118 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merupakan warga Desa Sinarjaya mendapatkan Bantuan sosial berupa uang tunai Sebesar 600.000 jumlah tersebut sesuai akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Namun sayang, Tujuan baik Pemerintah dalam membantu warga yang terdampak Covid-19 ini jika benar telah dimanfaatkan sejumlah oknum. alih-alih mengatasnamakan sejumlah pihak seperti untuk Pengurus, LSM, Wartawan, Ormas, OKP atau bahkan Aparat Oknum Pejabat Desa berani melakukan potongan bahkan secara langsung ditempat (Kantor Desa)

Seperti kabar yang kini mencuat kepermukaan publik. Onkum Kepala Desa Sinarjaya disebut menerapkan kebijakan pemotongan sebesar Seratus ribu Rupiah dengan dalih untuk mengatur bagian pengurus dan sejumlah tamu yang datang. Benarkah?

Seperti diterangkan seorang warga yang enggan ditulis nama. nanun demikian dirinya mengaku sangat tahu persis kronologis pemotongan uang BST yang dilakukan didalam ruangan Kantor Desa Sinarjaya, Kecamatan Sobang, Lebak-Banten

“Ya lurah, disuruh masuk ruangan alasannya untuk ngasih yang datang,” ungkapnya.

Lebih ironis lagi, Ketika sang Oknum Kepala Desa diingatkan bahwa yang dilakukan amat beresiko dan berbahaya. justru tidak digubris

“Saya tidak mau jadi penonton,” kata warga mencontohkan perkataan oknum Kepala Desa Sinarjaya

Mitrapol.com mencoba menghubungi Sahrup, Kepala Desa Sinarjaya, namun nomor kontaknya tidak bisa dihubungi. tidak sampai disitu, Komunikasi dengan seorang Prades bisa tersambung untuk menanyakan tentang kebenaran atas dugaan pemotongan uang BST sebesar 100.000 dari 118 Keluarga Penerima Manfaat Program BST Pada tgl 21 mei 2020 lalu.

Selain BST, mitrapol.com juga meminta klarifikasi soal dugaan pemotongan Rp.100.000 dari 72 warga penerima BLT APBD Provinsi yang diberikan pada tanggal 23 mei 2020. Namun dirinya justru melempar kepada Sahrup, Kepala Desa Sinarjaya

“Klu tupoksi Ekbang cuma mengajukan data kang, klu partisipasi yang jelas ke babeh aja,” kata Fery yang diketahui menjabat Ekbangsos di Desa Sinarjaya-Sobang

Dugaan semakin menguat, setelah salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga setempat juga turut membeberkan secara gamblang terkait pemotongan BST Kemensos dan BLT APBD di Desanya.

“Bibi, Sodara dan teman saya juga sama, mereka mampir disini habis ngambil BST tahap pertama, dipotong 100.000 dipintu keluar alasannya untuk pengurus,” kata dia membeberkan soal pungutan kepada wartawan.

Sebagai Ibu rumah tangga yang tinggal tidak jauh dari Kantor Desa Sinarjaya dirinya juga kembali menerangkan, Sistem pemotongan Pencairan BLT ini dirubah bukan di kantor desa lagi melainkan dilakukan oleh oknum RT/RW.

“Sekarangmah yang dapat dipotongnya dirumah RT sama RW masing-masing, baru disetor ke Kepala Desa sama Ekbang”Tukasnya

Hingga berita diterbitkan mitrapol.com belum dapat menghubungi Kepala Desa Sinarjaya demi meminta klarifikasi atas dugaan pemotongan BST dan BLT dari warganya.

Selain Desa Sinarjaya, Mitrapol.com menelisik ke sejumlah Desa lain di Kecamatan Sobang yang disinyalir berpotensi melakukan hal serupa memotong bantuan dengan berbagai dalih alasan seperti halnya untuk sumbangan Pembangunan Mesjid hingga untuk pemerataan bagi warga yang tidak tersentuh bantuan Covid-19.

 

 

Reporter : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *