Tolak penjualan dan peredaran miras, ini pernyataan sikap Kepkam Mawokauw Jaya dan Nawaripi 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Dua Kampung/Desa yang berdampingan di Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua. Yakni Kampung Mawokauw Jaya dan Kampung Nawaripi nyatakan sikap menolak kampung tersebut dijadikan tempat penjualan dan peredaran minuman keras (miras) dan minuman lokal (Milo).

Pernyataan sikap dinyatakan langsung oleh Kepala Kampung/kades Mawokauw Jaya, Edyson Rafra dan Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun didampingi salah satu tokoh masyarakat saat jumpa Pers di Posko Relawan Covid-19 Kampung Nawaripi, Timika, Selasa, (26/5). Malam.

Kedua Kepala Kampung selain menyatakan sikap menolak peredaran miras juga mengapresiasi respon cepat dari Polres Mimika melalui Bhabin Kamtibmas Polres Mimika dalam penindakan terhadap pemasok, pengedar dan penenggak miras lebih khusus minuman lokal dengan sebutan Sopi atau Sagero.

“Saat ini kami menduga kuat, ada sekitar 3 tempat minuman keras lokal atau Sopi yang ada di wilayah Mawokauw Jaya. dalam penelusuran kami duga pemiliknya hanya 1 orang namun sampai saat ini belum ditemukan karena masih fokus menghadapi Pandemi Covid-19,” kata Edyson di Timika,

Ditambahkannya, beberapa hari belakangan tepatnya pada tanggal 7 Maret 2020 lalu, terjadi aksi pemukulan terhadap salah satu Ketua RW Kampung Mawokauw Jaya yang diduga dilakukan oleh penenggak miras di lokasi penjualan Sopi atau Sagero di kampung Mawokau Jaya dan telah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi upaya-upaya penindakan yang dilakukan oleh kepolisian dalam memberantas minuman keras lokal di kampung Mawokau Jaya,” terangnya.

Ditempat yang sama, Norbertus selaku Kepala Kampung Nawaripi menyebutkan, sesuai pengamatanya, warga Kampung Nawaripi termasuk pemasok dan penenggak minuman keras lokal terbanyak di Timika. Bahkan didalamnya ada anak dibawah umur yang ikut menenggak minuman keras dibawah standar kesehatan tersebut.

“Namun demikian, kami mengapresiasi kepolisian dengan reaksi cepat yang selalu hadir dalam upaya memerangi dan memberantas minuman keras lokal (milo) dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” kata Norbertus.

Dirinya meminta agar aparat kepolisian selain meniadakan miras lokal, juga menumpas habis minuman keras illegal bermerek yang beredar di Kabupaten Mimika khusunya Kampung Mawokauw Jaya dan Kampung Nawaripi.

Ditempat yang sama, salah satu tokoh Masyarakat Kampung Nawaripi, bernama Max A. Werluken menambahkan, masalah peredaran miras lokal ini bukan hal baru, bahkan sudah menjadi lagu lama. Hal ini karena menurutnya belum ada dasar yang kuat untuk membasmi peredaran minuman keras.

“Selain minuman keras lokal diproduksi di Timika, juga dibawa dari luar. Ini sangat memprihatikan, saya berharap Pemerintah dan DPRD membuat Perda terkait peredaran miras lokal,” terang Werluken.

Berdasarkan pengamatannya, Ketua PKPI Kabupaten Mimika ini mengatakan, rata-rata kasus tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Mimika berawal dari minuman keras (miras) lebih khusus minuman keras lokal.

Olehnya itu, dirinya meminta agar Pemerintah dan DPRD Mimika membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait minuman keras Illegal untuk menjadi efek jera bagi Pemilik dan Pengedar.

“Kampung Mawokauw Jaya dan Nawaripi melalui aparatnya sudah deklarasi untuk bebas dari miras dan narkoba, olehnya itu dimohon agar DPRD mendukung dengan membuat Perda tentang minuman keras lebih khusus minuman keras lokal,” pungkasnya.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *