Pembagian sembako di Rusun Lokbin Cengkareng berakhir dengan penahanan relawan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Pembagian sembako di Rumah Susun (Rusun) Lokbin Tower A dan Tower B Cengkareng Jakarta Barat, Jumat (22/5) berujung dengan penangkapan salah satu relawan yang juga penghuni Rusun.

Noval (39) warga rusun Lokbin ditangkap jajaran Polsek Cengkareng pada tanggal 23 Mei 2020 berdasarkan Surat Laporan Nomor : LP/07/K/V/2020/Sek.Cengkareng atas laporan warga Rusun berinisial DL.

Penangkapan Noval berawal dari pembagian Sembako yang dilaksanakan di Rusun Lokbin Tower A dan Tower B Cengkareng Jakarta Barat oleh para Relawan Gugus Tugas Covid-19 dari Paguyuban Rusun, adapun sembako yang di distribusikan oleh para relawan sebanyak 358 Paket (Kardus), ungkap Nuradim, SH. Dari LBH Gempita kepada awak media.

Lanjut Nuradim, SH, Noval adalah salah satu relawan yang naik turun lift tanpa pamrih mengangkut sembako dan mengantarkannya kepada para tetangga, usai pembagian sembako di tower B, Noval dan para relawan lain melanjutkan ke tower A, karena waktunya sudah mau buka puasa Novalpun berniat buka puasa dan bergegas turun dari Lt.9 ke lantai 1 tower A ke tempat dia berjualan, hendak minta makan ke istrinya. Sesampainya di Lobby tower B, Noval bertemu dengan penghuni rusun lain berinisial (DL) dan kawan-kawan.

Kemudian (DL) memanggil Noval dan menanyakan,“Siapa suruh kau bagi-bagi sembako itu !, nanti kalau sembako itu untuk penghuni yang ku kumpulkan dan ada apa-apa bertanggungjawab kau!”

Merasa diintimidasi Noval yang dalam kondisi lapar dan lelah akhirnya emosi dan membanting kursi kemeja hingga terjadilah adu mulut dan perkelahian.

Tidak terima dengan perkelahian tersebut akhirnya (DL) melaporkan Noval ke Polsek Cengkareng dengan pada tanggal 23 Mei 2020 dengan Nomor : LP/07/K/V/2020/Sek.Cengkareng, dengan laporan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP.

Tidak butuh waktu lama, Penyidik langsung menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor, SP.DIK/83/V/2020/Sektor Cengkareng pada tanggal 23 Mei 2020.

Keesokan harinya pada tanggal 24 Mei 2020 Penyidik dari Polsek Cengkareng langsung Menjemput Noval Relawan Gugus Tugas Covid-19 di ke diamannya di Rusun Lokbin, Rawa buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Pada tanggal 24 Mei 2020 Penyidik Polsek Cengkareng kemudian menerbitkan Surat Pemberitahuan Penahanan an. Noval Maulana Bin Nawawi dengan Nomor : B/89/V/2020/Sek.Cengkareng dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan dengan Nomor : B/71/V/2020/Sektor Kareng, dan baru diterima keluarga Noval pada hari Senin tanggal, 25 Mei 2020.

Nuradim, SH., dan Risman Harefa dari LBH GEMPITA selanjutnya melakukan pendampingan kepada Noval, dengan didampingi LBH Gempita Noval melaporkan balik, DL dengan laporan dugaan melakukan intimidasi, menghalang-halangi pembagian bansos untuk warga Rusun, serta melakukan pemukulan terhadap Noval.

Laporan Polisi pada Polsek Cengkareng pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2020 dengan Nomor: LP/79 K/V/PMJ/RESTRO JAKBAR/SEK.CENGKARANG atas dugaan tindak pidana “Penganiayaan” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP, yang diterima Langsung oleh KA. SPKT II, IPTU. H. Parapat, SH.

Kepada Media, Direktur LBH GEMPITA, Advokat Firman Harefa, SH menyatakan, penahanan terhadap kliennya oleh pihak kepolisian adalah terlampau dipaksakan, karena klien kami dua hari lagi merayakan Idul Fitri, dan dengan penahanan tersebut, klien kami tidak dapat merayakan idul fitri bersama keluarganya, dan klien kami melakukan perkelahian bukan tanpa sebab, klien kami sebelunya diintimidasi, diancam, didorong ditendang baru kemudian melakukan pembelaan, hanya karena (LP) mengeluarkan darah maka klien kami ditahan oleh pihak Kepolisian Polsek Cengkareng.

Penahanan klien kami terlampau buru-buru dilakukan, seyogianya harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu dan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pembagian bansos tersebut, umpamanya meminta keterangan dari Lurah Cengkareng, Ketua RW.01 Rawa Buaya, ketua Paguyuban Rusun, pengelola dan Sekuriti Rusun.

Karena hal tersebut tidak dilakukan oleh pihak Penyidik, dengan dasar pertimbangan tersebut, kami dari kuasa hukum mengajukan Permohonan Penangguhan Penahanan kepada Kapolres Metro Jakarta Barat C.Q. Kapolsek Cengkareng, kiranya klien kami bisa ditangguhkan penahanannya dengan pertimbangan bahwa klien kami pekerja sosial yang mendapat intimidasi dan penganiayaan dari saudara (LP). Permohonan Penangguhan Penahanan telah dilayangkan pada hari Kamis, (28/5).

Ditempat terpisah Aryani selaku istri Noval berharap suaminya dikeluarkan dari tahanan Polsek Cengkareng karena suaminya bukan pelaku kriminal, tetapi suaminya pada saat itu membantu pemerintah untuk mendistribusikan bansos serta membantu masyarakat untuk memperoleh bansos, ironisnya orang yang membantu pemerintah dan membantu masyarakat malah di jebloskan kedalam penjara.

 

 

Reporter : Toro

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *