Tampung keluhan masyarakat, Amrin Sitanggang gelar Reses di Kecamatan Sebuku

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Amrin Sitanggang Anggota DPRD Nunukan, dari Partai Perindo, asal daerah pemilihan wilayah III, meliputi Kecamatan Sebuku, sembakung, lumbis, dan Krayan menggelar reses Masa Sidang ke II Tahun 2020 di Kecamatan Sebuku, Nunukan Kaltara. Selasa (26/5).

Menurut Amrin, menjadi Anggota Dewan tidaklah mudah seperti apa yang kita bayangkan semuanya melalui Liku-liku perjuangan hingga bisa duduk di DPRD, tujuan saya adalah semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat baik itu segi ekonomi pembangunan pertanian perkebunan maupun masalah pendidikan dan kesehatan, ujarnya.

Reses Masa Sidang Ke II Tahun 2020 saya laksanakan di Kecamatan Sebuku Tulin Onsoi dan beberapa Desa dengan tujuan menyerap aspirasi Masyarakat, selama 5 hari, semua anggota DPRD kembali ke daerah pemilihannya untuk melakukan silahturahmi dan dialog langsung bersama warga guna menjaring dan menampung aspirasi masyarakat.

Amrin Sitanggang Putra Sumatra Utara yang mempersunting warga Sebuku, menjelaskan walaupun dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat sekarang, anggota DPRD Nunukan Dapil III tetap melaksanakan jaring aspirasi masyarakat, dengan mengikuti aturan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Sebelum melaksanakan Reses, Amrin telah menghubungi kepala desa dan ketua RT menghimbau warga agar mengunakan masker dan menyiapkan tempat cuci tangan serta menyiapkan alat pengukur suhu tubuh sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengumpulkan orang banyak di lokasi Reses.

Amrin Sitanggang dampingi oleh Burhan Staf DPRD sebagai Notulen dalam melaksanakan Reses.

Reses ini merupakan kewajiban anggota DPRD setiap tiga bulan, anggota dewan turun ke daerah pemilihannya untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian disalurkan melalui laporan rapat komisi setelah dibuatkan Rekomendasi.

Politisi dari Partai Perindo ini menyampaikan, dari suara-suara masyarakat yang berhasil dihimpun melalui penjaringan (Reses) akan dibuat laporan kemudian diteruskan kepada pimpinan pimpinan DPRD melalui paripurna.

“Selanjutnya kita akan teruskan ke pemerintah daerah Nunukan yang kemudian diteruskan pada dinas dan intansi terkait.

Dari hasil reses di Kecamatan Sebuku Tulin Onsoi dan beberapa Desa kami mendapatkan keluhan dan usulan serta keinginan dari masyarakat diantaranya,

1. Warga Sebuku, Tulin Onsoi dan Seminggris yakni berharap agar Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian agar dilakukan pengadaan Pupuk subsidi untuk memudahkan para Petani dan bisa dijangkau harganya, utamanya Pupuk untuk Buah Sawit diberikan kemudahan kepada Petani untuk meningkat hasil perkebunan sawit.

2. Warga Pembeliangan, Kecamatan Sebuku adanya Pengadaan Bibit Ikan Nila atau Ikan Mas ini kata Amrun bahwa keluhan ini ditujukan ke Dinas Perikanan untuk bisa mensubsidi agar warga bisa membeli dengan harga terjangkau.

Jadi warga tidak saja berkebun tapi juga bisa bergerak dibidang perikanan melihat Sebuku sangat berpotensi untuk mengembangkan pembudidayaan ikan Nila atau Ikan Emas.

3. Warga desa Pembeliangan Kecamatan Sebuku meminta kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bidang Bina Marga untuk membuka akses pembukaan Badan Jalan di sebrang Pembeliangan di daerah RT.02 Kecamatan Sebuku.

4. Warga Sebakis utamanya daerah Rahayu dan desa lainya permintaan warga agar dibuatkan akses Jalan Usaha Tani, ini menjadi keluhan para Petani Kebun sawit yang selama ini sulit untuk membawah keluar hasil buah sawitnya ke jalan Utama.

5. Dinas Kesehatan agar Rumah Sakit Pratama segerah di fungsikan dan dilengkapai sarana prasarana begitu juga Tenaga Medis baik itu Dokter Umum, Doktet Gigi dan Dokter Kandungan, para perawat dan Bidan selama ini suda berjalan tetapi tidak maksimal juga tenaga medisnya sangat terbatas.

6. Selain itu masalah Pendidikan kapan dimulai tahun ajaran dan kenapa siswa siswa terlalu lama diliburkan sekalipun anak disuruh belajar secara online maupun belajar melalui TVRI di kota itu Cocok bagaimana kalau kita di pedesaan jaringan tidak maksimal apalagi mau belajar Internet secara online.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *