Kapolres Nunukan : Kepolisian modern bukan lagi sebagai pemadam api, tapi Polisi yang mengutamakan pencegahan

  • Whatsapp
Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar S.IK

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Wilayah Kabupaten Nunukan merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia, Geografis Nunukan berbatasan langsung baik Darat maupun Lautnya dengan Malaysia.

Untuk menjaga stabilitas diperlukan adanya sinergi antara seluruh stakeholder untuk bisa membentengi negara Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan seperti penyeludupan orang, barang, narkoba bahkan terorisme.

Dalam rangka penyegaran organisasi, serta pembinaan dan pengembangan karier seorang anggota Polri, Polres Nunukan Polda Kaltara melakukan rotasi, AKBP Syaiful Anwar, SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah menggantikan AKBP Teguh Triwantoro SIK.,MH, sebagai Kapolres Nunukan.

Berikut wawancara khusus wartawan Mitrapol Biro Nunukan Kalimatan Utara Yusuf Palimbongan dengan Kapolres Nunukan yang baru AKBP Syaiful Anwar Sik. Jumat (29/5). Di ruang kerjanya.

Mitrapol : Assalamu’alaikum, kami ucapkan selamat menjabat sebagai Kapolres di Kabupaten Nunukan.

Dengan wilayah di Nunukan yang rawan dengan penyeludupan apalagi Nunuakan dikenal sebagai jalur pelintasan narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia, Program apa yang akan dilakukan sebagai Kapolres yang bertugas di beranda perbatasan Indinesia ?

AKBP Syaiful Anwar S.IK : Intinya saya akan implementasikan tugas tugas pokok Polri sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian RI Pasal 13, yang terdiri dari 3 poin, yang Pertama, Memberikan Kamtimas, Kedua Menegakan Hukum dan Ketiga Memberikan Perlindungan, Pengayoman, dan Pelayanan Kepada Masyarakat, artinya apa ?

Upaya memelihara Kantibmas dengan mengedepankan preventif itu harus kita kedepankan.

Pola kepolisian modern sebagai pemadam kebakaran sudah tidak tepat lagi, jadilah polisi yang mengutamakan pencegahan prevensi crime. Jadi kalau Polisi modern masih mengutamakan penegakan hukum, itu polisi zaman dulu, mungkin istilahnya, masyarakat dibuat takut kemudian mengelola, bukan itu, kita balik karena itu baru reformasi, jadi kita memelihara Kamtibmas dengan kondusif wilayah Kabupaten Nunukan.

Saya mengharapkan Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Hj. Asmin Laura Hafid SE.,MM bersama seluruh SKPD nya bisa membangun daerah ini secara tenang sehingga outputnya, masalah kesejahteraan masyarakat yang memanfaatkan hasil pembangunan itu betul-betul terasa, ujar Lulusan AKPOL terbaik Tahun 1999.

Yang kedua melindungi, mengayomi, dan melayani, kami Polisi ini memiliki tugas pokok yaitu melindungi siapapun masyarakat, baik masyarakat biasa mau masyarakat pengusaha, yang dia butuhkan adalah perlindungan kita wajib melindungi mengayomi melayani dalam artian kita bukan lagi Superior di atas masyarakat lah yang menjadi stakeholder yang kita layani dalam bentuk layanan publik yang diselenggarakan oleh kepolisian.

Gakkum apa dengan seluruh perangkat hukum yang mengayomi baik caranya Tata caranya maupun perangkat hukum regulasi nya itu kita tegakkan seadil-adilnya dan kepastian hukum, kemanfaatan hukum yang kita kedepankan.

Hukum harus tegak memberikan kepastian kepada orang kalau orang berbuat salah pasti kan dia berbuat salah segera diberikan sanksi nya Setelah itu dikembalikan lagi ke masyarakat kemudian manfaatnya harus memberikan keadilan karena dalam penegakan hukum pasti ada for Justice kalau rasa adil itu tidak bisa dikejar yaitu mungkin penegakan hukumnya yang masih keliru atau kurang pas.

Apa yang saya sampaikan ini, Insya Allah akan saya lakukan selama memimpin Polres Nunukan, sehingga keberadaan saya disini bisa membantu program Bupati Nunukan.

Mitrapol : Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia baik Darat maupun Laut sering kali terjadi penyeludupan, apa trategis Kapolres untuk memberantasnya ?

AKBP Syaiful Anwar S.IK : Intinya kalau masalah penyelundupan ini kan sebenarnya prediksi Storenya sudah ada Bea Cukai, dan Imigrasi, kemudian negara juga menugaskan kepada Satuan Tugas tersendiri dari TNI untuk menjaga perbatasan, tentunya kami tidak bekerja sendiri, kami bersinergi dengan mereka melakukan upaya, dari sisi penegakan hukum, Polisi akan melakukan penegakan hukum kepada pelaku yang tertangkap.

Tapi kalau masalah barang itu kewenangan Bea Cukai kemudian lembaga instansi lainnya, saya akan memberikan dukungan kepada mereka, intinya bersinergi tidak ada istilahnya mengkotak-kotakkan.

Mitrapol : Apa strategi Kapolres memberantas Illegal baik illegal Pekerja Imigran Indonesia (PMI), illegal Fishing, Trafiting, maupun penyeludupan Gula, Daging, Rombengan dan Narkotika apalagi panjangnya wilayah perbatasan, sementara aparat keamanan, khusunya kepolisian sangat terbatas.?

AKBP Syaiful Anwar S.IK : Intinya begini, dalam permasalahan perbatasan negara ini, ada dua yang mengolah perbatasan kalau ada seluduk berarti kan ada in ada on ada masuk ada keluar tergantung nanti barang itu masuk atau keluar dari Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya.

Disitulah kita membangun kolaborasi dan kerjasama dengan polisi perbatasan disana.

Memang diseluruh Patok Perbatasan darat tidak diberi pagar, artinyanya titik-titik M3 point para pelaku kriminal masuk sebenarnya terbuka lebar. Di Sebatik itu ada 18 Patok, 2 patok Laut dan 16 patok Darat itu kan tidak ada pagar, juga jadi titik-titik pelolosan itu banyak hanya pos-pos tertentu aja yang di isi oleh Polisi Indonesia dan Polisi Malaysia.

Termasuk yang diisi oleh pos Satgas pamtas yang selalu bergantian setiap 9 bulan.

Tapi disitulah bagaimana kita bisa membangun komitmen bersama, kita harus satu visi dulu, kalau mengiyakan dari Malaysia peran dan fungsi pos perbatasan Malaysia juga harus berperan untuk membantu kita mengkonter, juga dengan Satgas Pamtas kita perkuat.

Makanya pemberantasan Illegal diperluhkan kolaborasi dengan Satgas Pamtas, walaupun saya baru seminggu bertugas sebagai Kapolres Nunukan itu sudah berjalan.

Mitrapol : Bagaimana membangun komunikasi lintas sektoral, baik Angkatan Darat, Satgaspamtas, Angkatan laut dan Pihak Bea Cukai?

AKBP Syaiful Anwar S.IK : Intinya kita menyamar resepsi saja seluruh komponen pengamanan yang mengolah perbatasan ini harus bersinergi dengan satu visi dengan cara kita berbeda tentunya tugas pokok juga kita berbeda-beda.

Akan tapi visinya sama intinya membela NKRI mungkin pola-polanya belum bisa saya Sebutkan nanti kita lihat saja. Ujar Kapolres Nunukan Mantan Danyon C Pelopor Brimob Polda Jawa Tengah

Hanya kendala kita tidak ada pagar di patok hanya Garis khayal yang di acu sama titik-titik patok koordinat, dan koordinat tertentu dari patok-patok itu tidak ada pagar kawat mungkin itu kedepannya menjadi PR bagi Negara.

Mitrapol : Pesan kapolres kepada Masyarakat nunukan.?

AKBP Syaiful Anwar S.IK : pesan saya tidak muluk-muluk, mungkin Pertama saya mengharapkan masyarakat Nunukan bisa menerima kehadiran saya sebagai Pembawa Wangi Segar dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas kondusif di Nunukan

Kedua, karena ini masih dalam situasi Pandemi Covid 19, memang pemerintah pusat sudah mencoba membuat skema itu pun dengan persyaratan tertentu, ada daerah daerah yang mungkin akan dilakukan kebijakan New Normal, dan New Normal itu pada intinya kehidupan mulai dinormalkan tetapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang paling sederhana adalah memakai masker.

Ketika berada di luar ruangan sering mencuci tangan dengan sabun kalau ada hand sanitizer digunakan hand sanitizer mengandung alkohol kalau digunakan dalam konteks dalam waktu lama terus menerus berdampak juga membuat iritasi kulit .

Ketiga adalah menjaga jarak itu saja yang paling sederhana masalah sektor-sektor yang akan dibuka mungkin pada 1 Juni kami hanya mendukung tugas-tugas yang diberikan oleh Negara apakah sektor ekonomi dunia yang dibuka kemudian barengan dengan sektor ibadah.

Kami akan mengawal pelaksanaannya dan meyakinkan kepatuhan warga masyarakat terhadap protokol Kesehatan, pungkas kapolres Nunukan AKBP Syaigul Anwar.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *