Suami dipenjara, istri mohon perlindungan hukum pada Gubernur DKI Jakarta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Aryani (38) istri dari Noval Maulana yang kini tak berdaya sejak suaminya dijemput sebelum Lebaran dan baru mendapatkan Surat Penahanan dari Polsek Cengkareng setelah Lebaran mengadukan nasib suami dan keluarganya kepada Gubernur DKI Jakarta.

Diketahui, Noval Maulana (39) adalah salah satu Relawan Gugus Tugas Covid-19 yang mendistribusikan sembako kepada warga penghuni Rusun Lokbin Tower A dan Tower B, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dimana sumber sembako tersebut dari Pemprov DKI Jakarta sebanyak 12 Paket dan dari pihak swasta sebanyak 358 Paket, kini mendekam di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat.

“Benar bang saya sudah menyurati Pak Gubernur H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D, Kapolres Metro Jakarta Barat Bapak Kombes. Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., Kapolda Bapak Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M., Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bapak Letnan Jenderal. Doni Monardo, dan Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, untuk memohon perlindungan hukum dan berikut juga saya sudah lampirkan surat permohonan penangguhan penahanan suami saya,” ujar Aryani yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum Generasi Muda Peduli Tanah Air (LBH GEMPITA), saat diwawancarai oleh awak media.

“Kami melakukan pendampingan terhadap Noval Maulana untuk melaporkan balik pelapor ke Polsek Cengkareng, kami harap segera ditindaklanjuti, dan sudah menyurati beberapa instasi terkait, rekan-rekan beberapa waktu lalu juga sudah ke balaikota DKI Jakarat untuk kepentingan hukum klien” ujar Direktur LBH Gempita, Firman Harefa, SH. dalam keterangannya, Kamis (31/5/2020).

Menurut Firman, langkah hukum itu ditempuh dikarenakan kliennya juga sebagai korban dalam peristiwa perkelahian tersebut. Sehingga tidak adil, jika hanya kliennya yang diperkarakan hingga dilakukan penahanan.

“Perlu kami tegaskan bahwa klien kami melakukan perkelahian bukan tanpa sebab, klien kami sebelumnya diintimidasi, diancam, didorong baru kemudian melakukan pembelaan,” tegas Advokat asal Nias Sumatera Utara itu.

 

 

Reporter : Toro

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *